Rss Feed
  1. JOURNEY 5

    Saturday, January 4, 2014


    Sambungan dari Journey 4

    Selama perjalanan mata saya tidak dapat berkedip melihat pemandangan yang begitu indah. Suasana pedesaan eropa yang selama ini hanya saya lihat di TV ternyata bisa saya lihat secara langsung. Rumah-rumah kayu yang di desain khas bangunan rumah kayu desa, dilengkapi dengan padang rumput hijau. Setelah persis sampai di lokasi , kami mengurus administrasi dan tergabung dalam beberapa group. Forum pemuda yang dilaksanakan di Danau Seliger ini menyediakan tenda sebagai tempat tinggal peserta. Jadi, ibaratnya kami seperti mengikuti kemah pramuka. Saya suka dengan tempat itu, panitianya menyediakan banyak sekali fasilitas hiburan yang menunjang seperti fasilitas bermain ski air, bermain kano di danau, bermain voli pantai, ruang komputer untuk berselancar di dunia maya, bahkan mereka menyediakan bioskop mini  untuk menonton siaran 4 dimensi. Luar biasa bagi saya.  
    Saya tergabung dalam kelompok yang terdiri dari beberapa orang Indonesia, Rusia, Usbekistan, Myanmar, Cina , Taiwan dan Bahrain. Dalam kelompok tersebut, setiap hari kami mempunyai tugas untuk membersihkan tenda dan mengambil makanan. Dan setiap hari pula kami menghadiri forum dari pagi sampai sore dengan pembicara super dari berbagai belahan dunia, dan peserta forum dari berbagai belahan dunia. Disana saya mendapatkan banyak ilmu, dalam hal kepemimpinan pemuda, dalam hal tenggang rasa antar warga negara yang memiliki kebiasaan yang berbeda, dalam hal social dan media yang kami pelajari selama di forum, termasuk mendiskusikan masalah lingkungan dan solusinya.
    Tidak lupa saya juga mengalami cultural shock lagi. Pertama shock dengan makanan nya. Setiap hari kami disediakan makanan khas rusia. Seperti  roti , selai apricot, bubur ayam rusia, dan lainnya. Lidah saya ini memang cukup ruwet , apabila tidak terbiasa dengan citarasa yang baru, saya memang tidak bisa makan. Namun saya berusaha untuk makan walaupun hanya sedikit. Yang kedua mengenai bahasa. Jujur saya kaget. Saya kira orang rusia itu semuanya jago bahasa inggris. Melihat penampilan khas bule mereka dengan kulit putih dan rambut pirang, jelas saya men-judge kalau rata-rata mereka jago berbahasa inggris. Ternyata saya salah. Banyak juga dari mereka yang belum fasih berbahasa inggris. Mereka lebih memilih berbicara menggunakan bahasa Rusia. Selama forum berlangsung, saya berkenalan dengan beberapa orang Rusia, dan kebanyakan dari mereka sering minta maaf ke saya gara-gara bahasa inggris mereka belepotan. Dalam hati saya tidak apa-apa. Bahasa inggris saya juga cukup belepotan. Kita sama.  Saya juga agak kaget dengan waktu di Rusia. Bayangkan saja, pukul 9 malam masih terang benderang, pukul 10 malam sudah agak redup seperti waktu sore menjelang magrib. Pukul 12 malam baru terasa gelap seperti malam yang sebenarnya.
    Selama waktu senggang, saya dan teman saya berjalan-jalan di sekitar danau dan hutan. Betapa terkejutnya kami, bahwa disana banyak sekali pohon blueberry dan raspberry. Kami bisa memetik buah tersebut sepuas hati, dan membawanya pulang sebagai oleh-oleh ke tenda. Kami juga pernah mencoba keluar dari kawasan forum, dan mengunjungi sebuah desa kecil 10 menit dari lokasi forum dengan penduduk yang ramah serta pemandangan yang luar biasa. Saya dan teman saya tidak henti-hentinya berdecak kagum. Di tengah jalan kami juga banyak menemukan pohon cherry dengan buah yang sudah ranum. Kami menemukan sekelompok paman dan bibi yang berjualan buah dan tiba-tiba meminta kami untuk berfoto bersama disertai dengan hadiah seplastik buah cerry untuk kami bawa pulang.
    Di hari ke 4 forum, kami berkesempatan untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke semua orang di sana. Ada satu hari dimana setiap perwakilan dari Negara masing-masing bisa membuka stand dan memperkenalkan budaya Negara masing-masing dengan berbagai cara. Kami sebagai perwakilan dari Indonesia memakai baju tradisional Indonesia dari berbagai macam daerah, dan memperkenalkan beberapa makanan khas Indonesia serta benda tradisional Indonesia lainnya.
     Salah satu hal yang tidak akan kami lupakan adalah pengalaman naik river cruise sederhana secara tidak sengaja yang membawa sepasang pengantin. Walaupun kapal nya tak sebesar kapal pesiar mewah dengan 5 bintang, tapi kapal ini cukup memberi kesan mendalam. Jadi ceritanya, pihak panitia forum ini memberikan hadiah kepada pasangan peserta forum yang bersedia menikah selama forum berlangsung, dengan menyediakan river cruise untuk perayaan pernikahan lengkap dengan makanan mewah dan berlayar sekeliling danau. Waktu itu, Saya dan teman saya seperti biasa sedang ngebolang di waktu senggang dan bermaksud untuk foto-foto di pinggir danau. Tiba-tiba kami melihat ada kapal besar dan segerombolan orang bersama sepasang pengantin sedang bersiap-siap untuk naik ke kapal. Kami pun mendekati segerombolan orang tersebut, dan tiba-tiba sang pengantin mengajak kami foto bersama (mungkin wajah orang asia termasuk sedikit langka di sana, jadilah kami seperti ‘bule’ di eropa yang sering di ajak foto-foto). Kami pun menuruti saja, dan entah kenapa kami juga ikut-ikutan naik ke kapal tersebut. Awalnya kami hanya ingin melihat ke dalam kapal saja dikarenakan kami penasaran. Kami tidak sadar kalau kapal yang kami masuki ternyata bergerak perlahan-lahan meninggalkan lokasi. Jelas kami panik. Kami takut kalau kapal itu tidak kembali lagi ke lokasi forum. Apalagi, kami termasuk tamu illegal yang tidak diundang. Keluarga pengantin bukan, teman mereka juga bukan. Jadilah kami berdua kalang kabut. Untung ada beberapa orang di dalam kapal yang bias kami tanyakan. Mereka bilang kapal itu hanya berkeliling sekitar 2 jam mengelilingi Danau Seliger, selama berkeliling danau, pengantin dan tamu undangan bias menikmati kudapan lezat yang disiapkan panitia. dan kami pun berkesempatan mencicipi semua hidangan dan bersosialisasi dengen beberapa tamu disana.
    Selama forum berlangsung, saya berkenalan dengan banyak orang baik itu dari Rusia atau negara lain. Bahkan beberapa dari mereka menjadi teman dekat saya dan kami masih menjalin pertemanan sampai sekarang. Dan khususnya peserta dari Indonesia. Entah mengapa, walaupun kami baru berkenalan beberapa hari, tapi rasanya seperti suda berkenalan beberapa tahun. Kami banyak menghabiskan waktu bersama, dan bercengkrama bersama . Selain itu, saya juga bisa berkenalan dengan beberapa pembicara hebat di forum, dan hal ini memberikan dampak positif bagi saya karena saya dapat berdiskusi dan bertanya secara langsung tentang berbagai macam persoalan kepada ahlinya. Berkenalan dengan banyak orang ini memiliki banyak manfaat positif, selain meningkatkan silaturahmi di jalinan pertemanan, teman-teman yang saya kenal selama di forum juga sering memberikan informasi mengenai kegiatan diskusi atau forum dalam bentuk seperti ini di berbagai tempat dan mengajak untuk mencari pengalaman bersama. Sungguh, menginjakkan kaki di negeri orang membuka mata dan fikiran saya tentang dunia. Memperluas jaringan, memperbanyak pengalaman dan meningkatkan kemampuan bersosialisasi dalam berbagai bidang.
    Setelah forum berakhir selama 7 hari, saya bersama beberapa peserta dari Indonesia yang lain memutuskan untuk berjalan-jalan menikmati keindahan kota Rusia selama satu minggu sebelum pulang ke Indonesia. Kota tujuan kami yang pertama adalah Saint Petersburg. Salah satu kota yang terkenal di rusia dengan suasana eksotis. Banyak sekali gedung-gedung tua khas eropa dengan nilai seni yang tinggi. Waktu itu bulan Juli, dan termasuk musim panas. Baju yang saya bawa kebanyakan baju yang biasa di pakai untuk musim panas tanpa jaket tebal. Karena saya fikir, cuaca akan sangat panas dan terik. Namun kenyataannya berbeda 180 derajat dari apa yang saya bayangkan. Suhu di sana sangat dingin, dan membuat saya menggigil walaupun siang hari. Rasanya seperti berada di korea di akhir musim dingin menjelang musim semi. Estimasi saya dimana saya akan berpanas-panasan ria dengan keringat bercucuran itupun musnah. Temperature mencapai 10 derajat. Musim panas macam apa ini? Mungkin efek pemanasan global sudah semakin meningkat.
    Kami juga bertemu dengan pengurus Persatuan Pelajar Indonesia Rusia yang juga mengajak kami berkeliling kota selama beberapa hari. Kota selanjutnya yang kami kunjungi adalah Moscow. Ibukota Negara Russia yang terletak dekat dengan bandara. Kami menempuh kota Moscow selama 10 jam dari Saint Petersburg menggunakan Bus. Di kota Moscow pemandangan nya agak sedikit berbeda dari Saint Petersburg. Disana banyak terlihat wajah orang Asia dengan campuran Eropa yaitu orang-orang dari Negara Mongolia, Kazakstan, Kirgiztan,Tajikistan, dan  Usbekistan. Karena, rusia juga terletak berdekatan dengan benua Asia dan kebetulan letaknya dekat dengan Moscow. Sedangkan Saint Petersburg, lebih cenderung dekat ke benua Eropa dengan wajah penduduk yang lebih banyak berwajah Eropa dan arsitektur yang cenderung mengarah ke arsitektur Eropa. Disana kami juga bertemu dengan pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di Moscow. Dan kami pun mengunjungi kedutaan Indonesia di Moscow.
    Setelah mengunjugi benua Eropa, bertemu dengan pelajar Indonesia disana, bertemu dengan orang dari negara lain, dan merasakan pengalaman dengan sensasi yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Rasanya seperti ada motivasi lain. Motivasi dimana saya ingin sekali kembali kesana, saya ingin menuntut ilmu disana dan kembali ke Indonesia dengan segudang ilmu dan pengalaman yang akan saya bagi di Tanah Air tercinta. 

    Selesai :)

  2. 0 comments:

    Post a Comment