Rss Feed
  1. JOURNEY 2

    Saturday, January 4, 2014

    Sambungan dari Journey 1

    Saya masih shock dengan musim dingin di Korea. Wajar saja, selama ini saya belum pernah datang ke tempat yang dingin nya seperti di dalam kulkas. Selama ini saya hanya berpengalaman dengan musim panas dan musim hujan. Sebelum sampai di Korea, bayangan saya musim dingin itu indah. Dengan salju dan pohon kering yang kehilangan daun. Menciptakan suasana khas musim dingin yang saya idam-idamkan yang hanya saya lihat di TV selama ini. Kenyataan nya memang sangat indah, namun saya baru menyadari bahwa musim dingin ini juga kadang tidak selalu nyaman. Setiap pagi saya datang ke kelas dengan melawan hawa dingin yang menusuk sampai ke tulang ditambah angin kencang kota Busan yang terletak di pinggir laut. Seperti kombinasi yang sempurna untuk membuat kita beku dan menggigil. Kulit dan bibir menjadi sangat kering. Saat itu saya sadar, saya merindukan kehangatan suasana musim panas seperti di Indonesia.  Saya sangat menderita dengan musim dingin saat itu walaupun sudah termasuk akhir musim dingin. Namun, setelah beberapa lama, saya sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan.
    Saya juga tidak sengaja bertemu beberapa siswa Indonesia di dalam kampus. Perkenalan pertama pada saat makan pagi di asrama. Ada yang menegur saya dalam bahasa Indonesia. Ternyata ada beberapa mahasiswa Indonesia yang mengambil S1, S2, dan S3 di kampus ini. Mereka tahu saya dari Indonesia hanya dengan melihat saya yang katanya  mirip dengan orang Indonesia. Setelah perkenalan dengan beberapa siswa Indonesia tersebut, saya juga jadi semakin dekat dengan mereka. Kami sering jalan-jalan bersama setiap akhir pekan. Saya juga di ajak mereka untuk menghadiri acara-acara dari Persatuan Pelajar Indonesia di Korea. Teman-teman saya yang dari Malaysia juga saya perkenalkan ke mereka, dan kami sering menghabiskan akhir pekan bersama. Pun dengan teman sekelas dan buddy saya yang berasal dari Korea, mereka sering mengajak saya ke beberapa tempat, serta belajar bersama di warung kopi yang cukup nge trend di kalangan pelajar Korea. Saya baru tahu, kalau warung kopi adalah tempat nongkrong yang sudah menjadi tradisi pelajar korea sebagai tempat serbaguna. Baik untuk kerja kelompok, atau hanya menghabiskan sore bersama sepotong kue.
    Pengalaman pertama kali masuk kelas juga sangat tidak terlupakan. Saya mengambil beberapa mata kuliah ekologi di kampus. Dan ternyata, waktu saya masuk kelas, saya baru menyadari bahwa saya adalah satu-satu nya mahasiswa asing di dalam kelas tersebut dan semua siswa di kelas adalah siswa Korea. Saya bingung, kemana mahasiswa asing yang lain? Ternyata di kampus saya ini, presentase undergraduate lebih sedikit dibanding postgraduate nya. Untuk subjek Ekologi yang saya ambil, saya mengambil beberapa subjek yang di ajarkan dalam bahasa inggris karena kemampuan bahasa Korea saya yang sangat pas-pasan. Di PKNU, ada subjek yang di ajarkan 100% dalam bahasa Korea, ada yang di ajarkan 90% dalam bahasa inggris. Waktu itu saya masih dalam proses mengambil subjek bahasa korea untuk Pemula. Hari pertama di kelas ekologi, saya memperhatikan suasana kelas, dan suasana bagaimana dosen menerangkan pelajaran. Sebelum kelas dimulai, dosen selalu mengabsen siswa satu persatu. Dan semua siswa menjawab “Ne” yang arti nya hadir. Setelah giliran saya di panggil, saya spontan menjawab “yes” dan semua siswa menoleh. Mereka baru menyadari ada siswa asing baru dikelas mereka.
    Teman sekelas saya semuanya sangat lucu. Kenapa? Karena setelah mereka sadar ada siswa baru di kelas mereka, mereka semua langsung mengelilingi saya setelah kelas usai, dan bertanya tentang berbagai macam hal. Saya sangat bahagia, mereka semua menerima kehadiran saya. Dan selalu menawarkan bantuan apabila saya kesulitan menerjemahkan note tambahan yang di bagi dosen. Kadang-kadang dosen saya memberi note dalam tulisan hanggul. Mereka bercerita, bahwa baru pertama kali ada mahasiswa asing di kelas mereka, dan mereka sangat excited dan ingin mempraktekkan bahasa inggris katanya.
    Dosen di kelas juga sangat baik dan mengesankan. Dosen saya di kelas ekologi sangat ekspresif ketika menjelaskan materi. Dan kadang-kadang memberi kan guyonan segar dalam bahasa Korea. Di saat semua teman sekelas tertawa dengan lelucon dari dosen. Hanya saya yang tidak tertawa dan memasang muka bingung, karena saya tidak mengerti tentang lelucon dari dosen dalam bahasa Korea. Untung nya teman sekelas saya kadang-kadang menerjemahkan untuk saya.
    Sistem pendidikan di PKNU, secara keseluruhan sama seperti system pendidikan di kampus saya di Malaysia, dan mungkin juga sama dengan system yang ada di Indonesia. Dimana kita harus selalu datang ke kelas setiap hari, di pertengahan semester ada UTS (Ujian Tengah Semester), dan di akhir semester ada ujian akhir dengan beberapa assignment serta presentasi. Semuanya secara umum adalah sama.  Saya hanya agak heran, karena melihat setiap siswa di kelas saya punya ruangan tersendiri di dalam fakultas. Setiap siswa punya ruangan tersendiri lengkap dengan meja dan buku seperti staff tata usaha kampus. Mereka menjelaskan, ya memang begitu adanya, setiap dari mereka punya satu ruangan pribadi seperti kantor kecil. Kalau di kampus saya di Malaysia, kami tidak memiliki ruangan pribadi di fakultas. 
    Saya juga bergabung di beberapa kegiatan yang khusus untuk meningkatkan interaksi antara mahasiswa asing dengan mahasiswa lokal. Siswa asing sebagai siswa petukaran pelajar seperti saya juga ternyata banyak di dalam kampus. Mereka tinggal satu asrama dengan saya. Ada yang dari China, Jepang, Rusia, Iran, dan lain lain.
    Salah satu kelas yang paling menarik adalah kelas budaya Korea. Dari judulnya saja kita tahu bahwa di dalam kelas ini kita akan belajar berbagai macam budaya Korea. Dan kelas ini khusus dibuka untuk mahasiswa asing. Yang kami pelajari di kelas ini sangat beragam mulai dari belajar tentang budaya tarian korea, makanan tradisional, permainan tradisional, dan mengunjungi beberapa museum serta festival sebagai salah satu tugas .
    Pada musim semi, muncullah bunga sakura atau orang Korea biasa menyebutnya Cherry blossom yang sangat cantik. Di kampus saya, ada banyak pohon bunga sakura, dan saat itulah ada banyak sekelompok siswa piknik di bawah pohon sakura sambil makan siang. Saya juga berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal bersama teman-teman Indonesia yang apabila musim semi datang, tempat itu di penuhi bunga sakura dengan latar belakang gunung yang indah. 

    Bersambung .......

  2. 0 comments:

    Post a Comment