Rss Feed
  1. KUKUK AYAM SI PIRING KUNING

    Saturday, January 14, 2012
















    This story is a short story, *dongeng anak kecil* wkwkwk
    I made it when i was in senior high school. check it out. :p


    Dahulu kala hidupah dua orang kakak beradik. Mereka tinggal di sebuah hutan yang bernama Shire Forest. Shire Forest adalah sebuah hutan yang lebat dan subur. Di sana banyak terdapat air terjun yang membuat hati menjadi tenang. Kakak beradik ini bernama Eragon dan Eldest. Eragon adalah seorang kakak yang bertanggung jawab dan sayang terhadap keluarga. Padahal umurnya baru menginjak 16 tahun. Sedangkan Eldest adalah anak yang manja dan kekanak-kanakan tapi baik hati. Dan ia baru berumur 13 tahun. Kakak beradik ini sudah menjadi anak yatim sejak kecil. Dan baru seminggu ini ibunya meninggal dunia kaena sakit Trichinosis. Semenjak ibu mereka meninggal, Eragon dan Eldest hanya hidup berdua. Mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan di masa yang akan datang dengan keadaan seperti itu. Lalu mereka pun berencana hijrah ke daerah lain untuk mencari hidup yang lebih baik. Kemudian mereka pun pergi mengembara.

    Setelah tiga hari pergi mengembara, kakak beradik ini sampai di sebuah hutan belantara yang bernama Praria Forest. Eragon dan Eldest tidak membawa bekal yang cukup untuk makan selama beberapa hari. Maka dari itu setelah empat hari, bekal makanan yang mereka bawa sudah habis. Sang adik merasa sangat lapar.
    “Kak perutku lapar. Aku tidak tahan lagi.” Kata Eldest sambil menangis.
    “Sabar ya dik, kakak akan mencarikan makanan untukmu.” Jawab sang kakak
    Lalu Eragon bergegas mencari makanan ke tengah hutan. Tiba-tiba ia melihat seekor kupu-kupu cantik yang memiliki sembilan sayap dan berwarna emas yang hinggap di atas Mondrove Flower. Karena tidak tega melihat adiknya menangis, maka Eragon pun menangkap kupu-kupu itu. Lalu ia memberikan kupu-kupu itu kepada adiknya untuk dimakan. Sebenarnya Eragon tidak tega melihat adiknya makan kupu-kupu. Namun di hutan itu tidak ada lagi sumber makanan. Eragon tersenyum melihat adiknya makan kupu-kupu itu dengan lahap. Namun hatinya bersedih dan merasa bersalah.
    Eragon tiba-tiba ingat sesuatu, menurut kepercayaan nenek moyangnya, kupu-kupu jenis itu merupakan kupu-kupu ajaib dan langka yang bernama Snowball. Jika termakan oleh seseorang, maka wujud kupu-kupu itu dapat menjadi racun bagi si pemakan dan dalam hitungan detik racun itu bisa menjalar ke seluruh tubuh. Apabila racun itu sudah terkontaminasi di tubuh maka tubuh akan menjadi kaku dan berwarna kuning. Namun racun ini masih dapat diobati dengan sebuah penawar racun yang disebut Hirudo Medicinalis. Penawar racun ini sangat langka dan sangat sulit ditemukan. Penawar racun ini hanya terdapat Maple Lake yaitu sebuah danau yang terletak di hutan yang bernama Harvest Goddest Forest yang juga terletak jauh dari Praria Forest. Bukan hanya itu Hirudo Medicinalis hanya ditemukan di sebuah batu jauh di dasar danau. Batu itu bernama Cooper Iron, yang berbentuk kepala lintah dan berwarna ungu violet.
    Eragon langsung gemetar mengingat hal itu.
    “Ya tuhan apa yang kulakukan pada adikku.”
    Ia langsung melihat Eldest. Dan tampaknya racun itu mulai menyebar, Eldest tidak bisa bergerak, lalu perlahan-lahan wajahnya mulai menguning. Eragon hampir menangis. Berkali-kali ia membangunkan adiknya.
    “Dik, bangun, jangan tinggalka kakak sendirian.”
    Namun sia-sia, Eldest tetap tidak bangun dan terbujur kaku. Jika dalam waktu tiga hari, Eldest tidak diobati, maka ia akan meninggal dunia. Eragorn mencari akal untuk mengobati adiknya. Lalu iapun menggendong adiknya ke Harvest Goddest Forest. Tapi ia tidak kuat. Tiba – tiba ia melihat sebuah gubuk kecil beratap daun nipah dan dindingnya terbuat dari ribuan Mushroom. Ternyata rumah itu adalah rumah Peri jamur. Lalu Eragon mendekati rumah itu dan mengetuk pintu.
    “Permisi,apakah ada orang didalam ?”tanya Eragon.
    Lalu ada yang membuka pintu dari dalam. Ternyata 3 orang makhluk kecil berhidung panjang yang memukakan pintu.
    “Maaf, ada perlu apa ya ? Ada yang bisa saya bantu ? Nama saya Nic,lalu disebelah saya nac dan terakhir bernama Flak.” Kata peri jamur.
    “Eh,iya . Saya Eragon, saya ingin minta tolong untuk menitipkan adik saya yang bernama Eldest selama tiga hari. Adik saya terkena racun Snowball. Dan saya akan m encari penawarnya ke Maple lake.”Jawab Eragon.
    “ Oh,begitu. Baiklah kami akan membantu.” Kata peri jamur .
    “ Terima kasih banyak, saya pamit dulu , tolong njaga adik saya baik-baik.”
    Setelah itu ragon melanjutkan perjalanan ke tempat tujuannya. Ditengah hutan ia bertemu dengan seorang kakek tua yang sedang menilam kain emas. Eragon terkejut dan bertanya serta meminta nasihat kepada kakek itu. Ternyata kakek itu adalah seorang pendekar sakti dari Gua wawo yang bernama Wallace. Kakek itu dengan senang hati menceritakan gambaran tentang Hirudo Medicinalis. Dan pada saat akan pamit , Eragon diberi sebuah kain emas sebagai bekal untuk melawan makhluk jahat.
    “ Nak terimalah kain emas ini untuk melawan makhluk jahat di Maple Lake yaitu Crabby patty dan hati –hati ia mempunyai senjata andalan untuk membuat kamu menjadi beku. Nah, kain inilah yang dapat menolongmu.” Kata kakek Wallace.
    Setellah itu Eragon melanjutkan perjalanan. Dan akhirnya sampailah ia di Maple Lake. Tempat itu sangat indah,disana banyak ditumbuhi Pinkcat Flower dan dihiasi kunang – kunang yang berwarna-warni. Lalu Eragon menyelam ke dasar danau. Namun ia tidak menemukan Cooper Iron. Kemudian ia melihat seekor binatang jenis Crustacea,yang memiliki 20 tentakel yang bernama Crabby Patty. Eragon mendekati Crabby Patty, dan berharap si Crabby itu dapat menolong. Namun ternyata Eragon langsung disengat oleh racun nematokist dan ia pun membeku. Sebelum benar-benar membeku, Eragon masih sempat membuka kain emas pemberian kakek Wallace. Dan kain itu digosok keseluruh tubuhnya.
    “ Aku tidak boleh menyerah, demi Eldest aku akan berjuang.” Gumam Eragon dalam hati. Namun Crabby Patty tidak menyerah untuk melawan Eragon karena ia merasa Eragon telah mengusik daerah kekuasaannya. Lalu Eragon dilempar kan jauh dari tempat itu menggunakan tentakelnya yang panjang.
    Eragon terlempar dan tiba disuatu tempat yang gelap . tidak ada cahaya,namun ada seberkas cahaya terang dari sebuah batu. Ternyata batu itu adalah Cooper iron yang mendapatkan pantulan cahaya dari Moonlightstone yang berada didasar danau. Akhirnya ia mendapatkan penawar itu. Ia pulang dengan hatiyang gembira. 
    “Eldest tunggu aku,kamu harus bertahan.” Kata Eragon dalam hati.
    Namun ia hanya memiliki waktu satu hari untuk mengobati adiknya. Ia terus berlari. Ditengah perjalanan tepatnya di Brownies Farm, ia melihat seekor kuda yang terjepit diantara pohon Grassjelly. Lalu ia menolong kuda itu. Kuda itu sangat berterima kasih. Dan bersedia mengantarkan Eragon ke tempat tujuan. Lalu setelah sampai, Eragon langsung menjenguk Eldest. Eldest sudah sekarat, napasnya tersengal-sengal, warna tubuhnya tidak kuning lagi melainkan membiru dan matanya cekung.
    “Tidaaaaak, Eldest bangun “ teriak Eragon.
    Ia langsung mengambil Hirudo Medicinalis dan memberikannya kepada Eldest. Namun ramuan itu tidak manjur. Ternyata penawar itu harus dicampur dengan Pontata Root agar berkhasiat. Untunglah peri jamur masih baik hati mencarikan akar itu. Ramuan itu berubah menjadi Haemadipsa javanica.Dan setelah meminum ramuan itu, Eldest pun sembuh.
    Lalu mereka melanjutkan perjalalanan . Namun baru sesaat mereka berjalan , Eldest langsung sakit perut dan ingin buang air besar. Pada saat buang air besar secara bersamaan keluarlah sebutir telur emas. Lalu Eldest menceritakan hal ini kepada kakaknya.
    “kak,ada telur emas keluar saat aku buang air.” Kata Eldest.
    Eragon yang memang mengerti tentang legenda Snowball langsung mengerti bahwa telur itu adalah efek setelah gen dari snowball masuk ketubuh Eldest. Dan telur itu bernama Chickyeggs.

    “Tenanglah dik,telur ini adalah telur langka dan hanya ada satu kesempatan untuk mendapatkannya setelah kamu menderita akibat racun Snowball.” Kata Eragon. Lalu telur itu retak dan keluarlah seekor anak ayam lucu yang berwarna kuning. Ternyata anak ayam itu bisa berbicara bahkan langsung bernyanyi.
    “Kukuk ayan si piring kuning, kukuk adui bersuling-suling, berenduk tidak berepak tidak , kukuruyuk .” 
    Kedua kakak beradik itu terkejut, merekapun memelihara anak ayam itu dan memberinya nama Si piring kuning.
    Kemudian mereka melanjutkan perjalanan ke suatu desa yang bernama Java Camp. Dan terdengar desas desus tentang sayembara yang dlakukan oleh raja yaitu barang siapa yang dapat mengalahkan ayam raja maka raja akan memberikan sebagian hartanya untuk pemenang itu, namun jika kalah maka ia akan di hukum mati. Tinggal pilih dipancung, dipasung, disetrum,disuntik atau ditembak.
    Kakak beradik itu berniat mengikuti sayembara untuk mendapatkan makanan. Sesampai di gerbang istana mereka diejek oleh pengawal karena membawa ayam yang sangat kecil. Lalu si piring kuning bernyanyi dan pengawal itu terpana , lalu mereka dipersilahkan masuk.
    Setelah sampai diruang raja yang bernama Monara Konakri,mereka bergegas menghaturkan maksud mereka. Dan rajapun tertawa.
    “Apakah kamu bercanda nak, pulanglah, kamu pasti akan kalah. Kamu tahukan sanksinya apabila telah kalah dari pertarungan ini ? Apakah kalian sanggup ? Tanya raja
    “ Kami sanggup wahai paduka raja “ jjawab mereka dengan tegas,
    Pertarungan pun dimulai. Ayam raja dengan sombongnya ingin mencakar si piring kuning. Namun ia tidak bisa karena si piring kuning terlalu kecil. Berkali – kali ayam raja mencoba dan akhirnya ia kelelahan. Pada saat ayam raja lengah, piring kuning mengambil kesempatan untuk mencakar mata ayam raja. Ayam raja jatuh tersungkur. Dan jelaslah bahwa pemenang dalam pertarungan ini adalah Si Piring Kuning.
    Raja menepati janjinya, namun kakak beradik itu tidak mau ,menerima harta dari raja, mereka hanya ingin diberi bekal makanan yang cukup.
    “ Wahai anakku,terimalah sekantong koin emas ini sebagai imbalan “ kata raja.
    “Tidak yang mulia, hamba hanya ingin diberi bekal makanan saja “.Jawab kedua kakak beradik itu.
    Sang raja pun terharu dan bersimpati, maka ia mengangkat Eragon dan Eldest sebagai anaknya.
    “Wahai anakku yang berhati mulia,kalian sangat terpuji, mulai sekarang kalian menjadi anakku dan tinggallah bersamaku. Dan panggil saya Ayahanda.”
    Dan Si piring kuning menjadi ayam kesayangan raja. Akhirnya merekapun berhasil mencari hidup yang lebih baik dengan perjuangan dan kerja keras, dan hidup bahagia. 


  2. 0 comments:

    Post a Comment