Rss Feed



  1. Nah,!!!!! kali ini saya akan mengulas beberapa basic informasi mengenai kampung halaman saya. Provinsi Kepulauan BANGKA BELITUNG ( beserta kota Sungailiat, tanah kelahiran saya) di Indonesia. Bangka Belitung adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terdiri dari dua pulau utama yaitu Pulau Bangka dan Pulau Belitung serta pulau-pulau kecil yang berjumlah lebih kurang 1000 buah terletak di bagian timur Sumatera, dekat dengan Provinsi Sumatra Selatan. Ibu kota provinsi ini ialah Pangkalpinang .Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebelumnya adalah bagian dari Sumatra Selatan, namun menjadi provinsi sendiri bersama Banten dan Gorontalo pada tahun 2000.
    Bangka Belitung sangat terkenal dengan keindahan pantainya. pada umumnya pantai di Bangka berpasir putih dan halus namun ada juga yang berwarna kuning keemasan seperti bulir padi. pantainya landai dengan ombak lumayan besar dan dikelilingi oleh batu vulkanik yang unik dan indah.
    Pulau bangka merupakan daerah penghasil lada atau sahang. serta salah satu daerah penghasil timah terbesar di dunia sejak tahun 1710.
    . Pulau Bangka didiami berbagai suku bangsa, seperti sukuMelayu, Cina, Jawa, Batak, Sunda, Bugis, Banten, Banjar, Madura, Palembang.

    Urutan pertama ditempati oleh etnis Melayu Bangka, dan Etnis Cina merupakan suku urutan kedua dalam jumlahnya diPulau Bangka. Skinner (1981) mengatakan bahwa kehadiran etnis Cina secara besar-besaran di Pulau Bangka berawal dari penambangan timah. Etnis Cina di Pulau Bangka sebagian besar berasal dari pedalaman propinsi
    Kwangtung, Tiongkok. Mereka diperkirakan sudah berada di Bangka pada abad ke-17 lalu mulai berbondong-bondong datang kepulau Bangka sejak pertambangan timah di Pulau Bangka dikembangkan secara teraturdengan mempekerjakan buruh-buruh tambang yang didatangkan dari daratanTiongkok.

    Imigran dari negeri China yang datang ke Pulau Bangka, sebagian di antaranya menetap di Sungailiat ( kota kelahiran saya) . Orang-orang ini (selanjutnya disebut etnis Cina) sejak duluberperan hampir di semua sektor kehidupan, baik di desa maupun di kota. Sampai saat ini, hubungan etnis Cina dengan etnis Melayu dan etnis lainnya yang ada di Sungailiat berlangsung cukup harmonis. Pada Hari Raya Imlek etnis Cina maupun Hari Raya Idul Fitri umat Melayu muslim, mereka saling mengunjungi. Banyak juga yang berhubungan sebagai teman atau sahabat. Di Sungailiat tidak pernah terjadimasalah antaretnis yang berbentuk kerusuhan atau pertikaian antarkelompok.Dalamberkomunikasi dengan etnis Melayu, etnis Cina menggunakan “bahasa solidaritas”yaitu bahasa Melayu Bangka (walaupun kadang-kadang bercampur dengan kata-kata dan istilah dari bahasa
    Khe. Penggunaan bahasa seperti ini merupakan salahsatu standar ideal hubungan antaretnis di Sungailiat. Bahasa subetnis Hokkian, KongFu, dan lain-lain hanya digunakan dalam lingkungan keluarga masing-masing karenapada umumnya masing-masing subetnis tidak memahami bahasa subetnis lainnya.

    Bagaimana dengan bahasa dan adat istiadat melayu yang masuk Bangka Belitung? Kedua aspek ini masuk dan membudaya di masyarakat Bangka Belitung secara gradual lewat kedatangan penduduk dari beberapa wilayah sekitar Bangka Belitung. Untuk wilayah Bangka geografisnya mudah dicapai lewat laut dari daratan Sumatera maka penyebaran ragam penduduk lebih dominan dari wilayah ini; Melayu tua dari Sriwijaya dan Jambi sudah lebih awal mendiami Bangka, ini dibuktikan adanya Prasasti Kota Kapur. Bahkan diperkiraan sebelumnya sudah adanya penduduk yang lebih tua lagi seperti sudah mendiami wilayah Air Abik yang disebut sebagai suku Urang Lom. Ragam masuknya penduduk ini membawa bahasa ibunya, maka tak aneh jika Bangka memiliki kekayaan bahasa dengan fonetis yang beragam.


    Seni Budaya yang berkembang di wilayah Propinsi Kepulauan Bangka Belitung ini sangat beragam dan menggambarkan keanekaragaman suku bangsa dan agama. Yang merupakan kekayaan seni budaya di Bangka Belitung berupa Seni Tari, Seni Drama, Seni Musik, Interior bangunan dan upacara-upacara adat.

    Produk budaya di Bangka Belitung diantaranya yaitu :

    Seni tari di pulau Bangka; Tari Campah, Tari Kedidi, Tari Tabar, Tari lapin, Tari Melimbang Timah.

    Di Pulau Belitung berkembang tari Nusor Tebing, tari Bitiong dan tari Randau. Seni drama antara lain, drama putri Sri Rinai dan Dul Muluk.

    Seni Musik antara lain, Bedindak Bedaeh, Lagu Yak Miak, Icak-icak Dek Tau.

    Seni Interior yang khususnya di Bangka dan Belitung di pengaruhi oleh gaya arsitektur Cina.
    Upacara-upacara Adat : Upacara-upacara adat yang menjadi khasanah budaya Bangka Belitung antara lain: Perang Ketupat, Nnirok Nanggak dan Tuang Jong dan Nganggung serta Kawin Massal.

    Kerajinan Khas Bangka : Kerajinan Khasnya yaitu : Kopiah resam dan Kain Cual.
    Falsafah Hidup Masyarakat setempat :

    Serumpun Sebalai, adalah suatu bentuk etika kehidupan keseharian masyarakat Bangka Belitung yang rukun damai dan dalam hubungan kekeluargaan walaupun terdiri dari bermacam-macam etnis dan agama.



    Jangan Dak Kawa Nyusa Aok, artinya dalam setiap keberhasilan memerlukan kerja keras..
    #aok nian, dek bulek aben. hahaha.. :D

    * di ambil dari berbagai sumber..

  2. 2 comments:

    1. ychen said...

      nice blog sist.. mudah2n orang bangka yang lame di luar agik inget kek kampung e.. hehe

    2. pasti inget trusss behhh, hehe :D

    Post a Comment