Rss Feed
  1. Perang Dingin

    Friday, July 23, 2010


    Definisi Perang Dingin
    Perang Dingin adalah istilah yang menggambarkan konflik, ketegangan, dan persaingan pasca Perang Dunia II antara Amerika Serikat (Blok Barat) dan Uni Soviet (Blok Timur) beserta masing-masing sekutunya. Selama Perang Dingin, sejak pertengahan 1940an hingga akhir 1980an, politik internasional sangat ditentukan oleh persaingan hebat antara kekuatan dan ideologi politik kedua blok besar ini: demokrasi-kapitalis oleh Amerika Serikat dan sosialis-komunis oleh Uni Soviet. Sekutu utama Amerika Serikat selama Perang Dingin antara lain: Inggris, Perancis, Jerman Barat, Jepang, dan Kanada. Sementara di Blok Timur negara-negara Eropa Timur bersekutu, seperti: Bulgaria, Cekoslowakia, Hongaria, Polandia, Jerman Timur, Rumania, Kuba, dan Republik Rakyat Cina. Negara-negara yang tidak memihak salah satu di antara kedua blok tergabung dalam Gerakan NonBlok.
    Jurnalis Amerika, Walter Lippmann pertama kali mempopulerkan istilah Perang Dingin dalam sebuah judul buku pada tahun 1947. Dengan istilah itu, ia menunjukkan relasi antara Uni Soviet dan sekutunya pada Perang Dunia II (terutama Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis) telah memburuk menuju peperangan tanpa pertempuran secara langsung. Beberapa tahun kemudian, persaingan antara keduanya memanas. Hal ini mempengaruhi kebijakan politik luar negeri masing-masing blok dan mendorong keduanya membentuk persekutuan militer masing-masing: North Atlantic Treaty Organization (NATO) yang didirikan oleh kekuatan Barat pada 1949 dan Pakta Warsawa yang dibentuk oleh Uni Soviet pada 1955. Meskipun bersumber di Eropa, kebencian akibat Perang Dingin turut menyeret Amerika Serikat dan Uni Soviet ke dalam konflik lokal di hampir tiap belahan dunia. Hal ini juga mendorong perkembangan teknologi persenjataan antara kedua blok untuk saling mengungguli satu sama lain.Perang Dingin adalah sebutan bagi sebuah periode di mana terjadi konflik, ketegangan, dan kompetisi antara Amerika Serikat (beserta sekutunya disebut Blok Barat) dan Uni Soviet (beserta sekutunya disebut Blok Timur) yang terjadi antara tahun 1947—1991. Persaingan keduanya terjadi di berbagai bidang: koalisi militer; ideologi, psikologi, dan tilik sandi; militer, industri, dan pengembangan teknologi; pertahanan; perlombaan nuklir dan persenjataan; dan banyak lagi. Ditakutkan bahwa perang ini akan berakhir dengan perang nuklir, yang akhirnya tidak terjadi. Istilah "Perang Dingin" sendiri diperkenalkan pada tahun 1947 oleh Bernard Baruch dan Walter Lippman dari Amerika Serikat untuk menggambarkan hubungan yang terjadi di antara kedua negara adikuasa tersebut.
    Setelah AS dan Uni Soviet bersekutu dan berhasil menghancurkan Jerman Nazi, kedua belah pihak berbeda pendapat tentang bagaimana cara yang tepat untuk membangun Eropa pascaperang. Selama beberapa dekade selanjutnya, persaingan di antara keduanya menyebar ke luar Eropa dan merambah ke seluruh dunia ketika AS membangun "pertahanan" terhadap komunisme dengan membentuk sejumlah aliansi dengan berbagai negara, terutama dengan negara di Eropa Barat, Timur Tengah, dan Asia Tenggara.
    Meskipun kedua negara adikuasa itu tak pernah bertempur secara langsung, namun konflik di antara keduanya secara tak langsung telah menyebabkan berbagai perang lokal seperti Perang Korea, invasi Soviet terhadap Hungaria dan Cekoslovakia dan Perang Vietnam. Hasil dari Perang Dingin termasuk (dari beberapa sudut pandang) kediktatoran di Yunani dan Amerika Selatan. Krisis Rudal Kuba juga adalah akibat dari Perang Dingin dan Krisis Timur Tengah juga telah menjadi lebih kompleks akibat Perang Dingin. Dampak lainnya adalah terbaginya Jerman menjadi dua bagian yaitu Jerman Barat dan Jerman Timur yang dipisahkan oleh Tembok Berlin. Namun ada pula masa-masa di mana ketegangan dan persaingan di antara keduanya berkurang. Perang Dingin mulai berakhir di tahun 1980-an ketika Pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev meluncurkan program reformasi, perestroika dan glasnost. Secara konstan, Uni Soviet kehilangan kekuatan dan kekuasaannya terhadap Eropa Timur dan akhirnya dibubarkan pada tahun 1991.


    Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Perang Dingin
    Selama Perang Dunia II, Amerika Serikat merupakan salah satu negara Sekutu yang memiliki kekuatan militer tangguh. Dalam melawan Jerman dan Italia, Amerika Serikat berhasil memukul mundur, bahkan memaksa kedua negara itu menyerah kepada Sekutu. Tak hanya itu, Jepang juga menyerah dan tunduk kepada kekuatan Sekutu setelah Hiroshima dan Nagasaki dijatuhi bom atom pada 6 dan 9 Agustus 1945. Peran Uni Soviet pun tidak kecil dalam kemenangan Sekutu saat itu. Berkatnyalah, negara-negara Eropa Timur berhasil ditaklukkan, antara lain: Bulgaria, Albania, Hongaria, Rumania, Polandia, dan Cekoslowakia. Keenam negara itu kemudian mendapat pengaruh yang cukup besar dari Uni Soviet.
    Pada Perang Dunia II, Uni Soviet bergabung dalam Sekutu; namun seusai perang, Uni Soviet memisahkan diri dari pengaruh Amerika Serikat akibat perbedaan ideologi yang sangat tajam. Semboyan Amerika dalam Perang Dunia II, yaitu free the world from fear and to save the world from democracy yang artinya membebaskan dunia dari rasa takut dan menyelamatkan demokrasi, telah menimbulkan ketakutan bagi negara-negara anggota Sekutu, terutama Uni Soviet yang menganut paham sosialis-komunis.
    Sebagai satu-satunya negara yang tidak mengalami kerugian akibat Perang Dunia II, Amerika Serikat memegang penuh haluan politik dan ekonomi dunia. Uni Soviet beserta sekutunya yang terdiri dari negara-negara Eropa Timur dan Cina pun muncul dengan kekuatan ideologi, politik, ekonomi, dan militer yang tak kalah besar. Kondisi perimbangan kekuatan (balance of power) pun tak terelakkan. Perang ideologi demokrasi-kapitalis dan sosialis-komunis antara kedua kubu pun menjadi warna dominan di masa itu.
    Paham demokrasi-kapitalis mengagungkan kebebasan individu yang memungkinkan kapitalisme berkembang subur. Namun Amerika Serikat sadar bahwa kaum buruh tidak boleh diperlakukan sewenang-wenang seperti di Eropa beberapa abad sebelumnya, karena dapat menyuburkan paham komunis. Karena itu, kaum buruh diberi jaminan dan kesempatan bermodal dalam perusahaan. Uni Soviet berkeyakinan bahwa paham sosialis-komunis dapat mempercepat kesejahteraan buruh maupun rakyatnya. Negara mengendalikan perusahaan akan memanfaatkan keuntungannya untuk kepentingan rakyat.
    Amerika Serikat dan Uni Soviet mempunyai keinginan menjadi penguasa dunia dengan cara-cara baru. Amerika Serikat sebagai negara kreditor besar membantu negara-negara yang sedang berkembang. Bantuan itu berupa pinjaman modal untuk pembangunan, dengan harapan bahwa rakyat yang makmur hidupnya dapat menjadi tempat pemasaran hasil industrinya dan dapat menjauhkan pengaruh sosialis-komunis. Uni Soviet yang mulai kuat ekonominya juga tidak mau kalah membantu perjuangan nasional berupa bantuan senjata atau tenaga ahli.
    Dalam usaha ekspansi politik dan ideologi, pada tahun 1947, Amerika Serikat mengeluarkan Marshall Plan. Marshall Plan diusulkan oleh seorang komandan militer Amerika Serikat semasa Perang Dunia II yang bernama George Catlerr Marshall. Marshall Plan ditujukan khusus ke Eropa agar wilayah itu segera bangkit dari kemiskinan, kelaparan, dan keputusasaan akibat Perang Dunia II, dan agar Eropa segera bangkit untuk dijadikan mitra Amerika Serikat dalam menghadapi kekuatan Uni Soviet.
    Selain Marshall Plan, kebijakan politik luar negeri Amerika Serikat pada masa awal Perang Dingin juga tercermin dalam Truman Doctrine. Truman Doctrine adalah sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Presiden Harry S. Truman pada 12 Maret 1947, yang menyatakan kesediaan Amerika Serikat untuk memberikan bantuan kepada kekuatan antikomunis di Turki dan Yunani dalam menghadapi kekuatan sosialis-komunis Uni Soviet. Salah satu prinsip yang mendasari kebijakan itu adalah bahwa komunisme akan mudah sekali berkembang di kalangan rakyat miskin, karena rakyat akan tertarik pada cita-cita komunisme, yaitu penyamarataan hak milik. Truman Doctrine dicanangkan berdasarkan pertimbangan Teori Domino, yaitu jika salah satu negara jatuh dalam komunisme, negara tetangganya pun akan menganut paham yang sama.
    Selain itu, Amerika Serikat juga menerapkan politik Containment, yaitu sebuah strategi untuk membendung ekspansi komunisme Uni Soviet. Kebijakan itu dikeluarkan oleh George Kennan, seorang diplomat Amerika pada 1947, yang kemudian menjadi panduan berpolitik luar negeri Amerika Serikat untuk kurun waktu 1947-1987.
    Uni Soviet juga berusaha untuk melancarkan ekspansi politik dan ideologis di berbagai negara kawasan Eropa Timur dan Asia. Hal itu terlihat dari bergabungnya negara-negara Eropa Timur dengan Uni Soviet.
    Pada tahun 1948, sewaktu Berlin (ibukota Jerman Timur) berada dalam kekuasaan Uni Soviet, Joseph Stalin memutus hubungan jalan dan jalur kereta antara Jerman Timur dan Jerman Barat. Hal itu berdampak pada blokade ekonomi Jerman Barat. Meskipun akhirnya dicabut pada Mei 1949, kejadian tersebut menjadi pemicu awal munculnya konfrontasi antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Dalam krisis ini, Amerika Serikat mengirimkan sejumlah bantuan berupa makanan, perlengkapan, dan bahan energi (coal) melalui udara dengan program yang disebut “Berlin Airlift”.
    Selain itu, Amerika Serikat juga menerapkan politik penangkalan/ pencegahan (deterrence) untuk membela Jerman Barat dengan cara menempatkan senjata penghancur jarak jauh dan serdadu Amerika Serikat di negara sekutunya, Inggris.

    Dampak yang Muncul Akibat Perang Dingin
    Perebutan pengaruh antara Amerika Serikat dan Uni Soviet berdampak luas pada bidang politik, ekonomi, maupun militer.

    Bidang Politik
    Amerika Serikat berusaha menjadikan negara-negara yang sedang berkembang menjadi negara demokrasi, agar hak-hak asasi manusia dapat dijamin. Di negara-negara yang kalah perang sebelumnya seperti Jepang dan Jerman, selain paham demokrasi, kapitalisme juga dikembangkan. Negara-negara tersebut dapat sehaluan dengan Amerika Serikat dan merupakan negara pengaruhnya.
    Uni Soviet dengan paham sosialis-komunisnya mendengungkan pembangunan negara dengan Rencana Lima Tahunnya. Caranya tidak dilakukan dengan liberal, tetapi diktator. Negara-negara yang sehaluan disebut dengan satelit Uni Soviet, karena yang diperintahkan Uni Soviet wajib dilakukan oleh negara-negara satelit tersebut. Penyimpangan seperti yang dilakukan oleh Polandia dan Hongaria ditindak keras oleh Uni Soviet.


    Bidang Ekonomi
    Sebagai negara kreditor terbesar, Amerika Serikat memberikan pinjaman atau bantuan ekonomi kepada negara-negara yang sedang berkembang. Negara-negara Barat yang hancur ekonominya akibat Perang Dunia II dibantu melalui Marshall Plan. Di samping itu, ada negara yang memperoleh Grants in Aid, yaitu bantuan ekonomi dengan kewajiban mengembalikannya berupa dollar atau dengan membeli barang-barang Amerika Serikat.
    Untuk negara-negara di Asia, Presiden Truman mengeluarkan The Four Points Program for the Economic Development in Asia berupa bantuan teknik dalam wujud perlengkapan-perlengkapan ekonomis atau bantuan kredit yang berasal dari sektor swasta di Amerika Serikat yang disalurkan oleh pemerintah kepada negara-negara yang sedang berkembang.

    Bidang Militer
    Persitegangan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet di Jerman Barat dan Jerman Timur memicu dibentuknya North Atlantic Treaty Organization (NATO) pada 4 April 1949 oleh Blok Barat. Tujuan pendirian NATO adalah mendukung stabilitas politik dan keamanan di daerah Atlantik Utara. Pada awal berdirinya, NATO beranggotakan Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Perancis, Belanda, Belgia, Italia, Portugal, Islandia, Norwegia, Luxemburg, dan Denmark. Badan tersebut didirikan dengan prinsip bahwa ancaman terhadap satu negara anggotanya, berarti ancaman bagi keseluruhan anggota NATO. Itu merupakan salah satu strategi Amerika Serikat dalam menangkal ekspansi Uni Soviet di kawasan Eropa.
    Pada mulanya markas NATO berada di Paris, tetapi setelah Perancis keluar dari NATO, markasnya pindah ke Brussel. Perancis beranggapan bahwa persekutuan NATO didominasi oleh Amerika Serikat. Walaupun Perancis tidak menjadi anggota Blok Timur, tetapi hubungan Perancis dengan Uni Soviet dan RRC lebih baik dibandingkan negara-negara Barat lainnya.
    Pembentukan NATO memancing Blok Timur untuk mendirikan Warsaw Pact atau Pakta Warsawa. Pakta tersebut dibentuk tanggal 14 Mei 1955 di kota Warsawa, Polandia; atas dasar Pact of Mutual Assistance and Unified Command. Di bawah kepemimpinan Uni Soviet, Pakta Warsawa beranggotakan Jerman Timur, Polandia, Bulgaria, Cekoslowakia, Hongaria, dan Albania. Sebelumnya, Pakta Warsawa bernama Warsaw Treaty of Friendship, Cooperation, and Mutual Assistance. Tujuan dari pendirian Pakta Warsawa adalah untuk menangkal dampak dari pembangunan instalasi senjata di Jerman Barat, yang berafiliasi langsung dengan NATO. Pakta Warsawa didominasi oleh Uni Soviet. Pada 1961, Albania keluar dari Pakta Warsawa dan memutuskan hubungan diplomatik dengan Uni Soviet karena adanya perbedaan ideologis.
    Di Asia Tenggara, Blok Barat membentuk South East Asia Treaty Organization (SEATO) tahun 1954, atas dasar South East Asia Collective Defence Treaty. Anggotanya yang utama justru negara-negara Barat, seperti Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Australia, dan New Zealand; dan sedangkan negara-negara utama di Asia Tenggara seperti Indonesia tidak ikut serta. Pakta pertahanan tersebut ditujukan terhadap komunis di Asia Tenggara, khususnya Vietnam. Sementara itu, Uni Soviet memberikan bantuan peralatan militer dan teknisi kepada Vietnam yang akhirnya dapat mendesak Amerika Serikat keluar dari negara tersebut (1975). Adapun SEATO menyatakan bubar pada tahun 1975.

  2. 6 comments:

    1. Blue pirate said...

      Kak, makasi ya buat info Perang Dingin nya :D
      tugas sekolah bisa selesai ni~
      Thanks.. :)

    2. Unknown said...

      kak mau tanya dong, latar belakang dari sengketa unisoviet yang menyerbu hungaria-cekoslovakia itu apa ya ? thanks

    3. Unknown said...

      kak mau tanya dong, latar belakang dari sengketa unisoviet yang menyerbu hungaria-cekoslovakia itu apa ya ? thanks

    4. Queen Daniel said...

      Saya Mrs Queen pemberi pinjaman pinjaman pribadi, kami memberikan pinjaman pada tingkat 2%
      Apakah Anda membutuhkan pinjaman untuk membayar utang Anda?
      Anda membutuhkan pinjaman untuk memulai bisnis,
      pinjaman untuk membayar tagihan,
      Kami di sini untuk memberikan pinjaman dari jumlah apapun, silahkan hubungi kami melalui alamat perusahaan:
      queendanielloanfirm@gmail.com Tuhan memberkati.

    Post a Comment