Rss Feed
  1. One step closer to edinburgh

    Saturday, November 29, 2014

    Alhamdulillahh..
    Wish me luck..
    One step closer..
    Semoga di lancarkan ...
    aminnnnnnnnn



  2. University of Edinburgh

    Wednesday, June 18, 2014

    I hope that i have chance to study in this university. Wish me luck. :')

  3. Random

    Saturday, January 4, 2014

    Hanya ngerasa heran dgn diri saya sndiri . Dulu waktu SMA saya ngerasa sgt ambisius. Kalo gak tercapai atau gagal saya sering nangis. Skrg, kalo gak tercapai cuma bisa diem sambil ngerelain aja, gak pernah nangis lagi.  Apakah ini yg namanya degradasi tingkat ke ambisiusan (apa lah -,-)? atau namanya pendewasaan, disaat kita bisa berusaha nerima takdir?  Semoga aja termasuk dalam perjalanan menuju pendewasaan diri..  *tumben nulis kayak gini *muntah* 


  4. Sambungan dari Journey 4

    Selama perjalanan mata saya tidak dapat berkedip melihat pemandangan yang begitu indah. Suasana pedesaan eropa yang selama ini hanya saya lihat di TV ternyata bisa saya lihat secara langsung. Rumah-rumah kayu yang di desain khas bangunan rumah kayu desa, dilengkapi dengan padang rumput hijau. Setelah persis sampai di lokasi , kami mengurus administrasi dan tergabung dalam beberapa group. Forum pemuda yang dilaksanakan di Danau Seliger ini menyediakan tenda sebagai tempat tinggal peserta. Jadi, ibaratnya kami seperti mengikuti kemah pramuka. Saya suka dengan tempat itu, panitianya menyediakan banyak sekali fasilitas hiburan yang menunjang seperti fasilitas bermain ski air, bermain kano di danau, bermain voli pantai, ruang komputer untuk berselancar di dunia maya, bahkan mereka menyediakan bioskop mini  untuk menonton siaran 4 dimensi. Luar biasa bagi saya.  
    Saya tergabung dalam kelompok yang terdiri dari beberapa orang Indonesia, Rusia, Usbekistan, Myanmar, Cina , Taiwan dan Bahrain. Dalam kelompok tersebut, setiap hari kami mempunyai tugas untuk membersihkan tenda dan mengambil makanan. Dan setiap hari pula kami menghadiri forum dari pagi sampai sore dengan pembicara super dari berbagai belahan dunia, dan peserta forum dari berbagai belahan dunia. Disana saya mendapatkan banyak ilmu, dalam hal kepemimpinan pemuda, dalam hal tenggang rasa antar warga negara yang memiliki kebiasaan yang berbeda, dalam hal social dan media yang kami pelajari selama di forum, termasuk mendiskusikan masalah lingkungan dan solusinya.
    Tidak lupa saya juga mengalami cultural shock lagi. Pertama shock dengan makanan nya. Setiap hari kami disediakan makanan khas rusia. Seperti  roti , selai apricot, bubur ayam rusia, dan lainnya. Lidah saya ini memang cukup ruwet , apabila tidak terbiasa dengan citarasa yang baru, saya memang tidak bisa makan. Namun saya berusaha untuk makan walaupun hanya sedikit. Yang kedua mengenai bahasa. Jujur saya kaget. Saya kira orang rusia itu semuanya jago bahasa inggris. Melihat penampilan khas bule mereka dengan kulit putih dan rambut pirang, jelas saya men-judge kalau rata-rata mereka jago berbahasa inggris. Ternyata saya salah. Banyak juga dari mereka yang belum fasih berbahasa inggris. Mereka lebih memilih berbicara menggunakan bahasa Rusia. Selama forum berlangsung, saya berkenalan dengan beberapa orang Rusia, dan kebanyakan dari mereka sering minta maaf ke saya gara-gara bahasa inggris mereka belepotan. Dalam hati saya tidak apa-apa. Bahasa inggris saya juga cukup belepotan. Kita sama.  Saya juga agak kaget dengan waktu di Rusia. Bayangkan saja, pukul 9 malam masih terang benderang, pukul 10 malam sudah agak redup seperti waktu sore menjelang magrib. Pukul 12 malam baru terasa gelap seperti malam yang sebenarnya.
    Selama waktu senggang, saya dan teman saya berjalan-jalan di sekitar danau dan hutan. Betapa terkejutnya kami, bahwa disana banyak sekali pohon blueberry dan raspberry. Kami bisa memetik buah tersebut sepuas hati, dan membawanya pulang sebagai oleh-oleh ke tenda. Kami juga pernah mencoba keluar dari kawasan forum, dan mengunjungi sebuah desa kecil 10 menit dari lokasi forum dengan penduduk yang ramah serta pemandangan yang luar biasa. Saya dan teman saya tidak henti-hentinya berdecak kagum. Di tengah jalan kami juga banyak menemukan pohon cherry dengan buah yang sudah ranum. Kami menemukan sekelompok paman dan bibi yang berjualan buah dan tiba-tiba meminta kami untuk berfoto bersama disertai dengan hadiah seplastik buah cerry untuk kami bawa pulang.
    Di hari ke 4 forum, kami berkesempatan untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke semua orang di sana. Ada satu hari dimana setiap perwakilan dari Negara masing-masing bisa membuka stand dan memperkenalkan budaya Negara masing-masing dengan berbagai cara. Kami sebagai perwakilan dari Indonesia memakai baju tradisional Indonesia dari berbagai macam daerah, dan memperkenalkan beberapa makanan khas Indonesia serta benda tradisional Indonesia lainnya.
     Salah satu hal yang tidak akan kami lupakan adalah pengalaman naik river cruise sederhana secara tidak sengaja yang membawa sepasang pengantin. Walaupun kapal nya tak sebesar kapal pesiar mewah dengan 5 bintang, tapi kapal ini cukup memberi kesan mendalam. Jadi ceritanya, pihak panitia forum ini memberikan hadiah kepada pasangan peserta forum yang bersedia menikah selama forum berlangsung, dengan menyediakan river cruise untuk perayaan pernikahan lengkap dengan makanan mewah dan berlayar sekeliling danau. Waktu itu, Saya dan teman saya seperti biasa sedang ngebolang di waktu senggang dan bermaksud untuk foto-foto di pinggir danau. Tiba-tiba kami melihat ada kapal besar dan segerombolan orang bersama sepasang pengantin sedang bersiap-siap untuk naik ke kapal. Kami pun mendekati segerombolan orang tersebut, dan tiba-tiba sang pengantin mengajak kami foto bersama (mungkin wajah orang asia termasuk sedikit langka di sana, jadilah kami seperti ‘bule’ di eropa yang sering di ajak foto-foto). Kami pun menuruti saja, dan entah kenapa kami juga ikut-ikutan naik ke kapal tersebut. Awalnya kami hanya ingin melihat ke dalam kapal saja dikarenakan kami penasaran. Kami tidak sadar kalau kapal yang kami masuki ternyata bergerak perlahan-lahan meninggalkan lokasi. Jelas kami panik. Kami takut kalau kapal itu tidak kembali lagi ke lokasi forum. Apalagi, kami termasuk tamu illegal yang tidak diundang. Keluarga pengantin bukan, teman mereka juga bukan. Jadilah kami berdua kalang kabut. Untung ada beberapa orang di dalam kapal yang bias kami tanyakan. Mereka bilang kapal itu hanya berkeliling sekitar 2 jam mengelilingi Danau Seliger, selama berkeliling danau, pengantin dan tamu undangan bias menikmati kudapan lezat yang disiapkan panitia. dan kami pun berkesempatan mencicipi semua hidangan dan bersosialisasi dengen beberapa tamu disana.
    Selama forum berlangsung, saya berkenalan dengan banyak orang baik itu dari Rusia atau negara lain. Bahkan beberapa dari mereka menjadi teman dekat saya dan kami masih menjalin pertemanan sampai sekarang. Dan khususnya peserta dari Indonesia. Entah mengapa, walaupun kami baru berkenalan beberapa hari, tapi rasanya seperti suda berkenalan beberapa tahun. Kami banyak menghabiskan waktu bersama, dan bercengkrama bersama . Selain itu, saya juga bisa berkenalan dengan beberapa pembicara hebat di forum, dan hal ini memberikan dampak positif bagi saya karena saya dapat berdiskusi dan bertanya secara langsung tentang berbagai macam persoalan kepada ahlinya. Berkenalan dengan banyak orang ini memiliki banyak manfaat positif, selain meningkatkan silaturahmi di jalinan pertemanan, teman-teman yang saya kenal selama di forum juga sering memberikan informasi mengenai kegiatan diskusi atau forum dalam bentuk seperti ini di berbagai tempat dan mengajak untuk mencari pengalaman bersama. Sungguh, menginjakkan kaki di negeri orang membuka mata dan fikiran saya tentang dunia. Memperluas jaringan, memperbanyak pengalaman dan meningkatkan kemampuan bersosialisasi dalam berbagai bidang.
    Setelah forum berakhir selama 7 hari, saya bersama beberapa peserta dari Indonesia yang lain memutuskan untuk berjalan-jalan menikmati keindahan kota Rusia selama satu minggu sebelum pulang ke Indonesia. Kota tujuan kami yang pertama adalah Saint Petersburg. Salah satu kota yang terkenal di rusia dengan suasana eksotis. Banyak sekali gedung-gedung tua khas eropa dengan nilai seni yang tinggi. Waktu itu bulan Juli, dan termasuk musim panas. Baju yang saya bawa kebanyakan baju yang biasa di pakai untuk musim panas tanpa jaket tebal. Karena saya fikir, cuaca akan sangat panas dan terik. Namun kenyataannya berbeda 180 derajat dari apa yang saya bayangkan. Suhu di sana sangat dingin, dan membuat saya menggigil walaupun siang hari. Rasanya seperti berada di korea di akhir musim dingin menjelang musim semi. Estimasi saya dimana saya akan berpanas-panasan ria dengan keringat bercucuran itupun musnah. Temperature mencapai 10 derajat. Musim panas macam apa ini? Mungkin efek pemanasan global sudah semakin meningkat.
    Kami juga bertemu dengan pengurus Persatuan Pelajar Indonesia Rusia yang juga mengajak kami berkeliling kota selama beberapa hari. Kota selanjutnya yang kami kunjungi adalah Moscow. Ibukota Negara Russia yang terletak dekat dengan bandara. Kami menempuh kota Moscow selama 10 jam dari Saint Petersburg menggunakan Bus. Di kota Moscow pemandangan nya agak sedikit berbeda dari Saint Petersburg. Disana banyak terlihat wajah orang Asia dengan campuran Eropa yaitu orang-orang dari Negara Mongolia, Kazakstan, Kirgiztan,Tajikistan, dan  Usbekistan. Karena, rusia juga terletak berdekatan dengan benua Asia dan kebetulan letaknya dekat dengan Moscow. Sedangkan Saint Petersburg, lebih cenderung dekat ke benua Eropa dengan wajah penduduk yang lebih banyak berwajah Eropa dan arsitektur yang cenderung mengarah ke arsitektur Eropa. Disana kami juga bertemu dengan pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di Moscow. Dan kami pun mengunjungi kedutaan Indonesia di Moscow.
    Setelah mengunjugi benua Eropa, bertemu dengan pelajar Indonesia disana, bertemu dengan orang dari negara lain, dan merasakan pengalaman dengan sensasi yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Rasanya seperti ada motivasi lain. Motivasi dimana saya ingin sekali kembali kesana, saya ingin menuntut ilmu disana dan kembali ke Indonesia dengan segudang ilmu dan pengalaman yang akan saya bagi di Tanah Air tercinta. 

    Selesai :)


  5. Sambungan dari journey 3

    Selama 4 bulan disana, memberikan banyak pelajaran dan arti hidup. Pikiran saya seperti terbuka setelah melihat dunia luar. Bersosialisasi dengan orang yang memiliki kebiasaan dan adat yang berbeda dengan kita tapi memberikan suatu pelajaran dan harmoni. Banyak pelajaran dari semua kisah yang di ambil. Seperti kebiasaan baik orang korea yang selalu membuka sepatu sebelum masuk ke kelas, mereka yang selalu menggosok gigi bersama-sama setelah makan siang, mereka yang dengan terbuka menerima orang asing untuk tinggal bersama mereka selama beberapa hari, dan lainnya. Walaupun ada juga kebiasaan mereka yang tidak seharusnya kita tiru seperti kebiasaan mereka yang suka mabuk-mabukkan dan operasi plastik. Namanya juga pengalaman hidup, kita bisa melihat sisi lain dari dunia dan dari pengalaman ini kita bisa mengambil sisi baik nya, dan membuang sisi buruk yang seharusnya tidak kita tiru.
    Dengan pengalaman pertukaran pelajar disini, saya bertemu dengan banyak orang dan belajar banyak hal. Salah satu nya adalah menambah koneksi dan relasi. Seperti mendapat tawaran dari dosen saya di Korea untuk melanjutkan sekolah di sana seandainya saya berminat setelah lulus nanti.  Dosen saya berkata, kalau saya lulus nanti dan berminat melanjutkan sekolah ke PKNU, saya bisa menghubungi beliau, dan beliau akan merekomendasikan saya untuk mendapatkan beasiswa professor di kampus. Saya sangat  bersyukur, saya  bisa mendapatkan kesempatan bertemu dengan tenaga pengajar yang mau memberikan kesempatan kepada saya untuk berkarya dalam bidang pendidikan.
    Dengan menjadi tenaga pengajar di sekolah dasar. Saya juga mendapat pengalaman bagaimana caranya mendidik siswa, dan mendapat kesempatan untuk memperkenalkan Indonesia ke dunia luar. Pengalaman mengajar ini  menambah kepercayaan diri saya di depan umum. Saya tidak pernah menyangka kalau saya bias berceloteh di depan kelas selama beberapa jam. Dan sebelum datang ke kelas, saya sebetulnya merasa agak deg-degan , maklum saja saya belum ada pengalaman mengajar sebelum ini, dan saya belum pernah berbicara di depan umum dalam waktu yang lama apalagi di depan orang asing. Namun, setelah mengajar di beberapa sekolah, saya sudah agak terbiasa. Dan dari pengalaman ini lah yang meningkatkan rasa percaya diri saya. Hal ini juga bias melatih kemampuan bahasa inggris saya di depan umum. Saya mengajar dalam bahasa inggris kepada anak murid saya , dan kemudian di translate kan oleh guru mereka dalam bahasa korea apabila siswa di kelas tidak faham.
    Saya juga bisa melatih dan mempraktekkan kemampuan bahasa Korea saya secara langsung. Iya, mau tidak mau kadang-kadang saya harus berbicara menggunakan bahasa korea di tengah umum seperti pasar, halte bus, dan lainnya. Karena banyak dari mereka tidak terlalu mengerti apabila kita berbicara bahasa inggris. Jadilah saya berusaha semampu saya untuk mempelajari bahasa mereka agar memudahkan saya untuk berkomunikasi.  Dan tentu saja hal ini memberikan efek positif kepada saya dimana saya dapat meningkatkan kemampuan bahasa inggris dan bahasa korea saya secara bersamaan.

    Kemudian, satu bulan sebelum saya meninggalkan korea. Saya mendapat berita baik bahwa saya juga di terima sebagai salah satu peserta Forum Pemuda di Rusia yang akan di laksanakan dalam waktu dekat yaitu International Youth Forum Seliger 2012 dalam bulan Juli.  Sewaktu saya di Korea, saya mendapat informasi dari facebook tentang forum ini.  International Youth Forum Seliger merupakan program forum tahunan yang di selenggarakan pihak Russian Federation. Saya sangat tertarik, dan mencoba untuk mendaftar sebagai peserta. Prosedur pendaftaran nya pun cukup sederhana. Semuanya dilakukan secara online dengan mengisi berbagai macam formulir, seperti mengisi biodata diri, riwayat pendidikan, melampirkan surat referensi dari dosen, dan mengisi beberapa essay yang menceritakan tentang kefahaman kita mengenai beberapa topik yang akan di diskusikan selama forum berlangsung, juga menceritakan tentang kegiatan kita yang telah kita ikuti dan dampak positif dari forum tersebut terhadap masyarakat sekitar. Setelah semuanya selesai, klik submit. Dan menunggu pengumuman seleksi.
    Alhamdulillah, setelah menunggu beberapa minggu, saya mendapat kabar baik bahwa saya masih diberi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman ke negeri eropa untuk mengikuti forum pemuda di Rusia ini. Setelah saya menginjakkan kaki di Malaysia, saya langsung menguruskan semua perlengkapan dan menguruskan visa dengan lengkap dan teliti. Saya tidak mau kejadian yang membuat saya sempat stress dulu terulang lagi untuk yang kedua kalinya gara-gara visa. Sebelum berangkat, saya sudah berkenalan dulu dengan beberapa teman Indonesia yang juga di terima menjadi peserta dalam forum pemuda tersebut di dunia maya.
    Kami semua bertemu di bandara Dubai untuk transit, dan melanjutkan perjalanan ke Russia bersama-sama. Sungguh perasaan bahagia yang tak terkira ketika menginjakkan kaki ke bumi Eropa untuk pertama kalinya. Kami menunggu jemputan di bandara dan juga bertemu dengan peserta lain dari beberapa negara yang akan bersama-sama melanjutkan perjalanan selama 10 jam ke tempat forum. Tempat dilaksanakannya forum tersebut terletak di Danau Seliger. Sebuah tempat yang bagi saya cukup jauh dan sangat terpencil, 10 jam naik bus dari Kota Moscow. Tempat ini begitu terpencil tanpa adanya mall besar dan tanpa kereta bawah tanah. Yang ada hanya pohon-pohon, danau yang indah, dan juga terdapat sebuah desa tak jauh dari danau ini. Desa terpencil yang bisa di capai sekitar 10 menit dari lokasi forum. Di desa ini terdapat satu gereja tua yang terkenal sebagai tempat wisata para turis. Gereja yang dikelilingi danau, dan rumah penduduk sekitar yang sederhana.

    Bersambung lagi .... 

  6. Sambungan dari Journey 2

    Kegiatan lain yang saya ikuti yaitu menjadi volunteer sebagai tenaga pengajar di sekolah dasar dan sekolah menengah untuk siswa di Busan khusus mengajar pelajaran Budaya Indonesia. Saya di ajak teman saya untuk bergabung ke program yang namanya CCAP ( Cross Cultural Awareness Program ) ini. Saya sangat tertarik, apalagi mengunjungi berbagai macam sekolah yang ada di Busan, dan mengajarkan siswa disana tentang budaya Indonesia. Langsung saya menyetujui ajakan teman saya. Dan minggu-minggu berikutnya saya sudah di beri jadwal mengajar. Menurut jadwal, saya punya slot mengajar satu minggu sekali setiap hari kamis dengan sekolah yang berbeda setiap minggu nya. Saya mempersiapkan slide presentasi yang khusus saya desain semenarik mungkin agar siswa saya tidak bosan. Tidak lupa saya membawa alat musik tradisional Indonesia yaitu angklung yang saya pinjam dari Persatuan Pelajar Indonesia di kampus saya. Saya mengajarkan mereka tentang lagu anak-anak Indonesia, juga tarian Indonesia seperti tari Saman dan tari asal daerah saya Bangka Belitung. Dengan adanya kegiatan mengajar saya di beberapa sekolah dasar di Korea ini, saya jadi tahu sedikit banyak tentang sistem pendidikan mereka, tentang situasi dan kebiasaan mereka di sekolah. Cukup unik, setiap siswa disediakan sepatu khusus di dalam kelas. Dan sepatu khusus di luar kelas. Selain itu setiap siswa juga disediakan sikat gigi , dan mereka akan menyikat gigi bersama-sama setelah makan siang yang setiap hari disediakan oleh pihak sekolah. Dan setelah saya perhatikan, semua sekolah yang saya kunjungi menerapkan sistem ini. Dan ketika saya bertanya ke teman saya, mereka bilang, hal itu sudah menjadi tradisi . Kebiasaan baik ini patut kita ambil contoh dalam segi kebersihan sekolah dan kesehatan setiap siswa. Biasanya, setelah mengajar saya diajak makan siang oleh guru di sana bersama guru lainnya. Semua guru juga telah disediakan makan siang nya oleh pihak sekolah. Dan yang membuat saya terharu, ada beberapa murid yang menghampiri saya setelah kelas selesai, dan memberikan saya cinderamata sebagai kenang-kenangan. Sungguh, pengalaman ini sangat berkesan dan memberikan arti dalam hidup saya.
    Kembali ke kehidupan saya di kampus, saya juga ingin bercerita tentang teman-teman saya yang berasal dari korea. Seperti yang kita ketahui, penampilan diri sangat penting bagi  orang korea. Mereka berpendapat, dengan penampilan dan wajah yang cantik atau ganteng, hidup mereka akan lebih bermakna dan akan lebih mudah dalam menjalani kehidupan sehari-hari baik itu dalam lingkup pekerjaan atau masalah cinta. Yang namanya operasi plastik itu bukan menjadi hal yang tabu bagi mereka, malahan mereka akan bangga dan memamerkan hasil operasi kepada teman-temannya, dan teman-teman mereka pun akan berdecak kagum. Beberapa teman yang saya kenal pun tanpa ragu mengakui bahwa mereka sudah mengubah bentuk hidung dan kelopak mata mereka. Mereka sangat mengagung-agungkan kelopak mata yang besar dan hidung yang mancung serta wajah yang tirus. Seperti  artis korea yang biasa kita lihat. Selain itu, orang Korea juga sangat suka mabuk-mabukan dengan minum soju, minuman khas Korea. Setelah kelas selesai, biasanya mereka mabuk bersama sampai pagi, tidak terkecuali teman sekelas saya. Bahkan saya pun pernah di ajak mereka untuk minum soju bersama setelah kelas usai. Bagi mereka, minum soju bersama dapat mempererat hubungan pertemanan. Namun, saya menolak ajakan mereka dengan halus dan menjelaskan bahwa saya tidak boleh minum soju, untung nya mereka juga mengerti.
    Saya pernah di ajak menginap selama 3 hari di rumah buddy saya Eunha Jung. Rumahnya terletak di Kota Ulsan, kota kecil dengan jarak tempuh sekitar 1 jam dari kota Busan. Orang tua dan adik eunha sangat baik dan betul-betul menerima kehadiran saya dirumah. Bayangkan saja, ibu eunha menunggu saya di depan pintu untuk menyambut kehadiran saya dirumah, mempersiapkan makan malam spesial dan mengajak saya jalan-jalan keliling kota bersama ayahnya. Mengajak saya berkeliling sampai ke sekolah tempat eunha menuntut ilmu dulu. Adik eunha yang masih duduk di Sekolah Menengah Atas (SMA) rela pulang lebih awal untuk makan malam bersama saya yang biasanya dia akan berangkat sekolah pukul 7 pagi, dan pulang kerumah pukul 12 malam. Saya baru tahu, kalau rata-rata anak SMA di korea di tuntut untuk selalu belajar di perpustakaan sampai pukul 12 malam demi persiapan ujian akhir untuk masuk universitas. Dan masa-masa inilah yang membuat banyak pelajar di Korea menjadi stress dan banyak sekali kasus bunuh diri yang terjadi. Selama saya menginap di rumah teman saya, ibunya selalu bertanya apa yang ingin saya makan apa, saya ingin menonton siaran apa, dan banyak lagi. Sungguh, saya sangat terharu. Saya betul betul merasakan kehangatan sebuah keluarga Korea yang sangat welcome kepada orang asing.
     Pernah ada kejadian lucu di ruang makan asrama saya. Seperti biasa, setiap hari saya selalu bertanya tentang makanan yang disediakan, apakah itu daging babi atau bukan. “Ahjumma, is this pork?” (Ahjumma adalah panggilan untuk wanita paruh baya, atau biasa kita panggil bibi di Indonesia) | “No, it is Dog”.  What? Saya pun kaget. Mimpi apa saya semalam , saya dapat kenyataan kalau hari ini menu makan nya adalah anjing semur. Seumur hidup, saya belum pernah berhadapan langsung dengan menu anjing semur. Saya pun menghampiri teman Malaysia saya yang sedang makan dengan lahap. Setelah saya beri tahu tentang hal tersebut ke teman saya itu, dia pun hening dan memutuskan untuk berhenti makan. Suasana pun hening seketika. Kemudian, saya menghampiri ahjumma itu lagi untuk bertanya lebih lanjut. “Ahjumma, is it really dog?” |”yes, dog”| “Kae-gogi ?(dalam bahasa korea artinya anjing) ” |”No, Ori-gogi” . Ori-gogi? Saya tidak tahu ori-gogi itu arti nya daging apa. Sewaktu saya tanya apakah itu kae-gogi, dia bilang bukan, arti nya itu bukan daging anjing. Tapi saya masih penasaran. Akhir nya saya cari di google. Dan ternyata ori-gogi itu adalah daging bebek. Saya langsung memberitahu kawan saya, dan kami semua tertawa terbahak-bahak. Ternyata yang dimaksudkan ahjumma tadi adalah Duck bukan Dog. Lagi-lagi kesalahpahaman  dari segi bahasa yang membuat saya tertawa sendiri kalau teringat lagi.
    Waktu berjalan terasa begitu cepat. Setelah selama 1 semester saya menuntut ilmu di PKNU, saya dihadapkan kenyataan bahwa saya harus kembali ke kampus saya di Malaysia. Pikiran saya campur aduk, saya masih belum bisa meninggalkan semua kenangan yang ada. Semua nya terasa indah, dari mulai suasana musim dingin, musim semi dengan bunga yang bermekaran, dan musim panas dengan festival pantai nya, serta suasana kampus, kelas, teman dan dosen. Semuanya terlalu indah untuk di tinggalkan. Tapi mau tidak mau saya memang harus meninggalkan semuanya. Sebelum saya meninggalkan Korea, saya berpamitan satu persatu ke semua teman dan dosen saya di kampus. Dan tidak lupa berpamitan kepada ahjumma yang menjaga dewan makan. 

    Bersambung .....

  7. Sambungan dari Journey 1

    Saya masih shock dengan musim dingin di Korea. Wajar saja, selama ini saya belum pernah datang ke tempat yang dingin nya seperti di dalam kulkas. Selama ini saya hanya berpengalaman dengan musim panas dan musim hujan. Sebelum sampai di Korea, bayangan saya musim dingin itu indah. Dengan salju dan pohon kering yang kehilangan daun. Menciptakan suasana khas musim dingin yang saya idam-idamkan yang hanya saya lihat di TV selama ini. Kenyataan nya memang sangat indah, namun saya baru menyadari bahwa musim dingin ini juga kadang tidak selalu nyaman. Setiap pagi saya datang ke kelas dengan melawan hawa dingin yang menusuk sampai ke tulang ditambah angin kencang kota Busan yang terletak di pinggir laut. Seperti kombinasi yang sempurna untuk membuat kita beku dan menggigil. Kulit dan bibir menjadi sangat kering. Saat itu saya sadar, saya merindukan kehangatan suasana musim panas seperti di Indonesia.  Saya sangat menderita dengan musim dingin saat itu walaupun sudah termasuk akhir musim dingin. Namun, setelah beberapa lama, saya sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan.
    Saya juga tidak sengaja bertemu beberapa siswa Indonesia di dalam kampus. Perkenalan pertama pada saat makan pagi di asrama. Ada yang menegur saya dalam bahasa Indonesia. Ternyata ada beberapa mahasiswa Indonesia yang mengambil S1, S2, dan S3 di kampus ini. Mereka tahu saya dari Indonesia hanya dengan melihat saya yang katanya  mirip dengan orang Indonesia. Setelah perkenalan dengan beberapa siswa Indonesia tersebut, saya juga jadi semakin dekat dengan mereka. Kami sering jalan-jalan bersama setiap akhir pekan. Saya juga di ajak mereka untuk menghadiri acara-acara dari Persatuan Pelajar Indonesia di Korea. Teman-teman saya yang dari Malaysia juga saya perkenalkan ke mereka, dan kami sering menghabiskan akhir pekan bersama. Pun dengan teman sekelas dan buddy saya yang berasal dari Korea, mereka sering mengajak saya ke beberapa tempat, serta belajar bersama di warung kopi yang cukup nge trend di kalangan pelajar Korea. Saya baru tahu, kalau warung kopi adalah tempat nongkrong yang sudah menjadi tradisi pelajar korea sebagai tempat serbaguna. Baik untuk kerja kelompok, atau hanya menghabiskan sore bersama sepotong kue.
    Pengalaman pertama kali masuk kelas juga sangat tidak terlupakan. Saya mengambil beberapa mata kuliah ekologi di kampus. Dan ternyata, waktu saya masuk kelas, saya baru menyadari bahwa saya adalah satu-satu nya mahasiswa asing di dalam kelas tersebut dan semua siswa di kelas adalah siswa Korea. Saya bingung, kemana mahasiswa asing yang lain? Ternyata di kampus saya ini, presentase undergraduate lebih sedikit dibanding postgraduate nya. Untuk subjek Ekologi yang saya ambil, saya mengambil beberapa subjek yang di ajarkan dalam bahasa inggris karena kemampuan bahasa Korea saya yang sangat pas-pasan. Di PKNU, ada subjek yang di ajarkan 100% dalam bahasa Korea, ada yang di ajarkan 90% dalam bahasa inggris. Waktu itu saya masih dalam proses mengambil subjek bahasa korea untuk Pemula. Hari pertama di kelas ekologi, saya memperhatikan suasana kelas, dan suasana bagaimana dosen menerangkan pelajaran. Sebelum kelas dimulai, dosen selalu mengabsen siswa satu persatu. Dan semua siswa menjawab “Ne” yang arti nya hadir. Setelah giliran saya di panggil, saya spontan menjawab “yes” dan semua siswa menoleh. Mereka baru menyadari ada siswa asing baru dikelas mereka.
    Teman sekelas saya semuanya sangat lucu. Kenapa? Karena setelah mereka sadar ada siswa baru di kelas mereka, mereka semua langsung mengelilingi saya setelah kelas usai, dan bertanya tentang berbagai macam hal. Saya sangat bahagia, mereka semua menerima kehadiran saya. Dan selalu menawarkan bantuan apabila saya kesulitan menerjemahkan note tambahan yang di bagi dosen. Kadang-kadang dosen saya memberi note dalam tulisan hanggul. Mereka bercerita, bahwa baru pertama kali ada mahasiswa asing di kelas mereka, dan mereka sangat excited dan ingin mempraktekkan bahasa inggris katanya.
    Dosen di kelas juga sangat baik dan mengesankan. Dosen saya di kelas ekologi sangat ekspresif ketika menjelaskan materi. Dan kadang-kadang memberi kan guyonan segar dalam bahasa Korea. Di saat semua teman sekelas tertawa dengan lelucon dari dosen. Hanya saya yang tidak tertawa dan memasang muka bingung, karena saya tidak mengerti tentang lelucon dari dosen dalam bahasa Korea. Untung nya teman sekelas saya kadang-kadang menerjemahkan untuk saya.
    Sistem pendidikan di PKNU, secara keseluruhan sama seperti system pendidikan di kampus saya di Malaysia, dan mungkin juga sama dengan system yang ada di Indonesia. Dimana kita harus selalu datang ke kelas setiap hari, di pertengahan semester ada UTS (Ujian Tengah Semester), dan di akhir semester ada ujian akhir dengan beberapa assignment serta presentasi. Semuanya secara umum adalah sama.  Saya hanya agak heran, karena melihat setiap siswa di kelas saya punya ruangan tersendiri di dalam fakultas. Setiap siswa punya ruangan tersendiri lengkap dengan meja dan buku seperti staff tata usaha kampus. Mereka menjelaskan, ya memang begitu adanya, setiap dari mereka punya satu ruangan pribadi seperti kantor kecil. Kalau di kampus saya di Malaysia, kami tidak memiliki ruangan pribadi di fakultas. 
    Saya juga bergabung di beberapa kegiatan yang khusus untuk meningkatkan interaksi antara mahasiswa asing dengan mahasiswa lokal. Siswa asing sebagai siswa petukaran pelajar seperti saya juga ternyata banyak di dalam kampus. Mereka tinggal satu asrama dengan saya. Ada yang dari China, Jepang, Rusia, Iran, dan lain lain.
    Salah satu kelas yang paling menarik adalah kelas budaya Korea. Dari judulnya saja kita tahu bahwa di dalam kelas ini kita akan belajar berbagai macam budaya Korea. Dan kelas ini khusus dibuka untuk mahasiswa asing. Yang kami pelajari di kelas ini sangat beragam mulai dari belajar tentang budaya tarian korea, makanan tradisional, permainan tradisional, dan mengunjungi beberapa museum serta festival sebagai salah satu tugas .
    Pada musim semi, muncullah bunga sakura atau orang Korea biasa menyebutnya Cherry blossom yang sangat cantik. Di kampus saya, ada banyak pohon bunga sakura, dan saat itulah ada banyak sekelompok siswa piknik di bawah pohon sakura sambil makan siang. Saya juga berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal bersama teman-teman Indonesia yang apabila musim semi datang, tempat itu di penuhi bunga sakura dengan latar belakang gunung yang indah. 

    Bersambung .......

  8. Entah kenapa dari kecil saya memang selalu bermimpi untuk bisa merasakan rasanya tinggal di negeri orang yang notabene berbeda dari negara kita baik dalam hal suasana, adat, budaya, dan masih banyak lagi perbedaan lain. Saya yang dulu masih SD sangat terpesona melihat pemandangan eropa dan asia yang indah setelah melihat berbagai macam siaran travelling di TV. Rasanya ingin sekali merasakan secara langsung memetik raspberry dan blueberry secara langsung seperti di layar kaca. Dan  dalam hati saya berkata bahwa suatu saat saya akan mewujudkan mimpi saya ini. Berlanjut ke SMP keinginan saya untuk menginjakkan kaki di negeri yang belum pernah saya tempuh semakin menggebu-gebu dan terus berlanjut sampai SMA dengan keinginan tambahan untuk merasakan sistem pendidikan yang ada di negeri orang dan merasakan bagaimana rasanya bias bersosialisasi dengan orang yang berbeda budaya dengan kita. Iya, dulu saya sempat sangat bersemangat untuk mengikuti pertukaran pelajar ke Amerika selama 1 tahun setelah mendapat informasinya dari guru SMA.  Waktu itu saya sudah kelas 2 , dan ternyata syarat wajib untuk mendaftar adalah harus tercatat sebagai siswa kelas 1.  Praktis hati saya hancur berkeping-keping dan merasakan bahwa kesempatan untuk merasakan belajar di luar negeri sudah hilang. Bayang-bayang pohon maple yang berwarna merah di musim gugur pun rasanya  telah pupus. Namun ternyata rasa kecewa  karena belum bisa mendaftar untuk mengikuti program pertukaran pelajar waktu SMA hanya perasaan kecewa yang numpang lewat.  Harapan untuk bisa merasakan tinggal di luar negeri, belajar bersama orang luar, merasakan system pendidikan dan memiliki teman dari luar masih kuat tertanam dalam hati. Dan saya juga sangat termotivasi setelah melihat kesuksesan kakak kelas yang berhasil di terima di Universitas luar.
    Jadi setelah lulus SMA, saya mendaftar beasiswa pemerintah daerah untuk melanjutkan studi ke Malaysia. Alhamdulillah saya di terima sebagai salah satu penerima beasiswa dan di terima di salah satu Universitas di Malaysia. Saya sangat bersyukur bias merasakan euforia baru di kehidupan kampus, dan masih menyimpan harapan untuk bias menginjakkan kaki di tanah rantau yang lebih jauh lagi ,ingin sekali mencari pengalaman, ilmu, dan teman sebanyak-banyak nya dari berbagai macam Negara. Saya mencoba mendaftar untuk mengikuti beberapa konferensi yang diadakan di negara luar, tapi waktu itu nasib belum berpihak pada saya dan saya belum di terima untuk jadi salah satu peserta konferensi.  
    Sampai ada informasi dari pihak kampus tentang Pertukaran Pelajar ke Korea Selatan. Program Pertukaran Pelajar ini di rancang khusus oleh pihak kampus Pukyong National University (PKNU) bekerja sama dengan kampus di luar Korea termasuk kampus saya. Kalau saya tidak salah, kampus PKNU ini juga banyak bekerja sama dengan kampus di Indonesia. Selain PKNU, banyak sekali kampus lain di Korea seperti Seoul National University, Inha University, dan kampus lain yang sedang giat-giatnya membuka program pertukaran pelajar. Untuk program kerjasama yang seperti ini, saran saya sering-seringlah mampir ke Pihak International Student Centre di kampus masing-masing dan bertanya apakah ada kerjasama yang di tawarkan oleh pihak kampus dari luar atau tidak. Selain itu rajin lah membuka email kampus yang banyak menyediakan informasi terbaru tentang seleksi pertukaran pelajar.  Saya yang saat itu memang sedang mencari informasi untuk belajar ke luar negeri langsung saja datang ke kantor International Student Centre (ISC). Proses pertama adalah melengkapi dokumen yang di perlukan seperti mengisi formulir pendaftaran, menulis essay motivasi, mencari surat referensi dari dosen, fotokopi passport, fotokopi kartu pelajar, dan fotokopi hasil ujian per semester. Setelah itu langsung di kumpulkan ke staff ISC. Staff ISC akan menyeleksi 10 orang siswa, dan mengirimkan semua formulir aplikasi ke kampus PKNU. Kampus PKNU juga akan me-review semua dokumen, dan apabila mereka setuju , mereka akan mengirimkan offer letter kepada siswa yang terpilih. Kampus saya menyeleksi 10 orang siswa untuk diikutsertakan.  Setelah  beberapa waktu ternyata ada panggilan untuk interview. Saya sangat bersemangat dan berharap bisa mengecap rasanya belajar di negeri gingseng ini dan Alhamdulillah beberapa minggu kemudian saya mendapat kabar baik bahwa saya lolos seleksi sebagai perwakilan kampus dan mendapat offer letter untuk belajar di Pukyong National University  di Busan selama 4 bulan dari akhir Februari sampai akhir bulan Juni.
    Bermula lah kegiatan saya untuk mempersiapkan semua perlengkapan sebelum berangkat, dari mulai pakaian sampai visa. Saya mendapat kesempatan untuk merasakan akhir musim dingin, musim semi dan awal musim panas di kota Busan sebagai kota kedua setelah Seoul. Iya, kota Busan merupakan kota yang tidak seramai kota Seoul sebagai ibukota Negara. Kota Busan memiliki jaringan kereta subway yang tidak serumit di seoul tapi memiliki suasana khas tersendiri.  Sebelum berangkat saya sudah mencari banyak informasi tentang kota Busan di internet. Betapa bahagia nya melihat informasi menarik tentang kota ini. Kota pelabuhan katanya. Kota yang terletak di pinggir laut, dimana banyak sekali pantai yang cantik, dengan suasana khas korea di setiap musim. Musim semi dengan cherry blossom atau bunga sakura nya. Dan khusus di musim panas, ada banyak sekali festival musim panas yang di selenggarakan di kota ini.  Rasanya tidak sabar lagi untuk menginjakkan kaki dan merasakan secara langsung. Apalagi waktu itu sedang periode musim dingin yang bersalju walaupun Busan dikenal sebagai salah satu kota di Korea yang jarang sekali turun salju. 
    Tapi seminggu sebelum keberangkatan, saya di kejutkan dengan berita yang membuat saya shock. Saya baru di beri tahu bahwa visa pelajar untuk kuliah Malaysia saya sudah expired dan saya terancam batal berangkat kalau saya tidak bisa mendapatkan visa baru. Memang salah saya, karena saya fikir saya tidak memerlukan visa Malaysia karena saya akan berangkat ke Korea. Saya sudah sempat mengirimkan application form untuk visa Malaysia tapi saya belum mengantar passport asli untuk mendapatkan cap visa. Tapi saya fikir, ya sudah toh saya kan hanya perlu visa Korea.  Jadi saya hanya menguruskan visa Korea. Tapi ternyata, untuk keluar Malaysia, katanya harus ad visa Malaysia yang masih valid. Berita yang ini memang sukses membuat saya stress berat karena yang saya tahu, proses untuk mendapatkan visa Malaysia ini sangat panjang yang tahun lalu memakan waktu 3 bulan dimana setelah mendapatkan approval dari pihak imigrasi kita harus mengantar passport asli yang memakan waktu sekitar 1 atau 2 bulan. Sedangkan saya hanya punya waktu 1 minggu. Saya sudah pasrah dan merasakan kesempatan ke Korea Selatan kali ini telah gagal.  Namun, entah kenapa tiba-tiba saya seperti masih mau memperjuangkan semuanya. Saya masih mempunyai harapan bahwa ada keajaiban yang masih bisa di dapat walaupun dengan waktu yang sangat terbatas. Saya bertekad bahwa saya akan memperjuangkan visa saya, dan apapun yang terjadi nanti apakah saya batal berangkat atau tidak, saya sudah merelakan mungkin bukan rejeki saya. Namun sebelum pembatalan ini benar-benar postif, disaat saya masih punya kesempatan, maka saya akan memperjuangkan. Datanglah saya ke kantor pengurusan visa, saya diminta untuk menyediakan beberapa surat pendukung dari Universitas Korea yang akan saya datangi, surat pendukung dari kampus di Malaysia, dan beberapa surat lainnya yang menyatakan bahwa saya sangat membutuhkan visa ini dalam waktu yang sangat singkat untuk keadaan gawat darurat. Untungnya semua staff sangat membantu dan bersedia menguruskan semuanya. Setiap hari saya datang ke kantor pengurusan visa dan selalu menanyakan apakah visa saya sudah siap?” Staff pengurus visa hanya berkata “belum bisa memastikan ,tapi akan kami usahakan”. 2 hari sebelum keberangkatan, saya belum juga mendapatkan kepastian apakah visa saya sudah siap atau belum. Dan saya diminta untuk datang lagi keesokan harinya. 1 hari sebelum keberangkatan. Hari itu lah penentuan apakah saya mendapatkan kesempatan untuk berangkat atau tidak. Saya hanya bisa menenangkan diri sendiri dan berusaha berfikir positif. Rasa cemas dan was was selalu datang, tiket pesawat yang sudah di tangan dan terancam hangus sudah terbayang, tapi saya berusaha menepis kegundahan waktu itu. Hingga pukul 5 petang disaat kantor nya hampir tutup, saya masih disuruh menunggu. Menunggu salah satu staff yang menguruskan visa saya di Kantor Imigrasi pusat. Perasaan sudah campur aduk dan saya tidak bias membendung air mata di depan semua staff. Saya menangis sambil menunggu.  Bagaimana tidak, pesawat saya sudah harus berangkat keesokan hari nya pukul 10 pagi. Dan hari itu saya masih harap-harap cemas menunggu kepastian. Tidak berapa lama, datang lah staff yang ditunggu tunggu. “Mana yang namanya Widya Handini? Nasib awak masih bagus, ni visa Malaysia awak dah ade” kata staff dari visa unit itu dalam bahasa Malaysia. Saya seperti mendapatkan durian runtuh yang jatuh dari langit. Dan menangis lagi, tapi kali ini menangis bahagia.
    Di hari keberangkatan, saya bertemu dengan 9 orang lainnya yang sama-sama menjadi siswa pertukaran pelajar di PKNU (Pukyong National University). Kami bertemu untuk pertama kalinya di Bandara. Dan 9 orang ini lah yang nantinya akan menjadi teman saya sesama siswa pertukaran pelajar perwakilan dari kampus kami selama 1 semester. 9 orang ini kebetulan semuanya perempuan dan berasal dari Malaysia. Dan saya satu-satu nya mahasiswa Indonesia dari group ini. Tapi itu tidak menjadi masalah. Mereka semua sangat baik dan  saya yakin kami akan jadi teman baik juga selama di korea.
    Setelah menempuh perjalanan panjang , akhirnya kami sampai juga di bandara Korea Selatan yang letak nya di Incheon. Namun, kami masih punya perjalanan tambahan. Karena tujuan utama kami adalah kota Busan. Dan kami harus naik pesawat lagi selama 1 jam untuk sampai ke Kota tersebut.  Setelah sampai di Busan. Kami telah di tunggu oleh beberapa perwakilan siswa dari kampus tempat kami akan belajar di bandara. Pihak kampus PKNU telah menyediakan buddy untuk kami. Buddy merupakan panggilan untuk siswa korea PKNU yang telah di pilih untuk membantu siswa asing selama 1 semester di kampus. Saya juga mendapatkan 1 buddy perempuan. Nama nya Eunha Jung. Pelajar tahun akhir yang bersedia menjadi buddy. Eunha sangat baik. Dia bercerita bahwa dia mendaftar untuk menjadi buddy selama 1 semester karena dia ingin sekali punya teman dari luar korea dan dia ingin melatih bahasa inggris nya. 
    Rasanya seperti mimpi, saya menginjakkan kaki di Kota Busan. Suasana nya berbeda dari Malaysia dan Indonesia. Semua tulisan di tempat umum menggunakan tulisan Hanggul. Dan saya tidak mengerti sepatah katapun kecuali kata “Annyeonghaseyo”. Saya memang belum pernah belajar bahasa Korea sebelumnya. Tingkat kelancaran berbahasa Korea memang tidak menjadi syarat untuk menerima beasiswa pertukaran pelajar ini. Namun setiap siswa wajib mengambil kursus bahasa Korea dan budaya Korea selama belajar di PKNU. Saya juga akan mengambil beberapa subjek dalam bidang ekologi.
    Selama proses pertukaran pelajar. Pihak kampus menyediakan asrama untuk siswa asing. Pertama kali sampai di asrama, saya terkejut. Dalam hati saya bergumam, “Ini bukan asrama, tapi ini hotel”. Terang saja, kami di sediakan asrama yang mewah. 1 kamar bisa di isi 2 orang siswa dengan berbagai fasilitas yang menurut saya mewah. Karena selama ini kamar yang saya tempati tidak pernah sebagus kamar di asrama PKNU yang lengkap dengan kulkas besar, pemanas ruangan, AC, internet yang super cepat dan kamar mandi di dalam kamar yang lengkap dengan bathub. Saya tinggal satu kamar dengan teman saya dari Malaysia. Hari pertama kami tinggal di asrama, kami sangat menderita dengan cuaca dan suhu musim dingin yang sangat dingin. Suhu mencapai 4 celcius. Dan lucunya, waktu itu kami tidak tahu kalau di kamar ada pemanas ruangan. Jadilah kami kedinginan luar biasa dan merasa hampir beku di hari pertama. Dan di hari pertama tersebut, kami kelaparan di malam hari dan berencana untuk makan mie instan yang kami bawa dari Malaysia. Tapi kami kesulitan mencari air panas. Untung nya kami sudah di beri tahu kalau di lobi asrama ada minimarket 24 jam. Dan cultural shock pertama pun datang. Kami tidak bias berbahasa Korea. Dan penjaga minimarket tidak bias berbahasa inggris. Maka kami sangat kesulitan untuk meminta air panas. Setelah proses yang cukup panjang, dan disertai dengan bahasa tambahan yaitu bahasa tubuh, akhir nya penjaga minimarket mengerti bahwa kami memerlukan air panas untuk makan mie instant. Lucu, hal sederhana seperti meminta air panas pun perlu perjuangan panjang untuk mendapatkannya.
    Dan ternyata di asrama kami juga menyediakan paket lengkap makan 3 kali sehari dengan menu khas korea yang bervariasi. Cultural shock yang kedua pun datang. Saya kaget, mereka sering menyediakan makanan non halal yaitu daging babi. Jadi, selama di asrama, saya selalu bertanya ke penjaga dewan makan, apakah ini daging babi atau bukan dan saya menjelaskan bahwa saya tidak bias memakan makanan seperti itu. Untungnya mereka mengerti, dan menyediakan makanan yang bisa dimakan untuk muslim seperti telur dan ikan. Minggu-minggu pertama di asrama, jujur saya kekurangan nafsu makan. Cita rasa makanan di Korea sangat berbeda dengan makanan Indonesia yang berempah. Namun setelah berjalannya waktu saya sudah bisa beradaptasi dengan makanan di Korea. 

    Bersambung ........

  9. JADI MAHASISWA TAHUN AKHIR

    Saturday, October 5, 2013

    Random post (again)

    Just wish me luck for this semester.. start my final year project focusing on Plant Taxonomy.

    I hope everything gonna be okay..

    And i will graduate next year. Inshaallah :')



  10. Journey in Saint Petersburg

    Friday, August 9, 2013

    And then, wanna share about our journey in St peters.
    If we wanna go to st peters from moscow, may be around 10 hours if we go by bus.
    Personally, i think st peters is more beautiful than moscow. 
    It was in Summer, but the weather is damn cold. feels like semi winter. *lebay*
    The building in st peters show a very european style, historical style, and any other style lahhhh.
    I love the detail of the building in this place, may be the architect spend very long time to make the detail and unique carving. 
    And if you have chance to visit this place, i reccomend you to try the river cruise. this one is very famous there. you can see the closinf/opening of the bridge in the middle of the night in the centre of river, and in the centre of st petersburg city. what a beautiful place.
    And dont forget to go to Hermitage Museum where you can see the real mummy. 


                                                        Rombongan seligerian indonesia tercinta :')

                                                  Menyusuri sungai sepanjang malam :p






    oke byeeeeeeeee

  11. Just wanna share about our journey in Moscow last year. yeah, i know, its kinda late to post this. but, better late than never. *ngelessss*
    Moscow is the capital of Russia.

    We went to Red Square, Kremlin, and other place. Forgive me, i forget the name of other place.
    Its quite near from "Domodedovo" airport ( if we compare it with saint Petersburg).



    Here is the photo. *Picture speaks thousand word,kannnnnn*. (padahal males ngetik sbner nya,hehe ,peace)





  12. Just a random post (again)

    btw, Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon maaf lahir dan batin.
    Lebaran kali ni judul nya : Lebaran di Malaysia. 



    It sad that i have to convince my self ,yes, i cant go back home this raya. T_T
    gara2 harus magang aka internship aka Latihan Industri 2 bulan waktu libur semester.
    *pasrah*
    Internship di PPSPPA (Perbadanan Pengurusan Sisa Pepejal dan Pembersihan Awam), sama kayak "Dinas Kebersihan" kalo di Indonesia.
    Overall, i love this working environment. yess, feels like career woman. LOL
    I can use formal office dress, meeting with stakeholder, site visit, etc. 

    I hope , i can get good mark in my internship subject. wish me.

    *just a short post,right* because now i'm lazy to type. haha 

    okay, byeee



  13. International Youth Forum Seliger 2012

    Monday, February 11, 2013


    Finally,,buka blog lagi,, setelah sekian lama,hahaha..

    I just wanna share something about my journey  during International Youth Forum Seliger on 9th until 17th July 2012 in Russia.


    That was very awesome Forum,, and it just like a dream for me, where i can meet many students from all over the world, and we can know each other in that forum. And also my lovely friend from Indonesia, during that time. i realllyyyyy have a very nice time with them, :")



    Indonesian delegation


    We were there around 1 week, and there were so many funny things happenned.  And i just like a child that never see the real world, because i was very excited about the environment around me.

                                                   Seligerrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr Rock XD

                                                        Koaciongggerssss,,  :D

                                          Photo session di siang hari di tepi danau seligerr ,hahaa

    My friend deka, and I travelled around that seliger lake, and also went to the small village around there.
    We could fine the raspberry trees, and we collected that raspberry . I was like OMG,, I loveeeeee thisss.. I was very excited to see the red fruits with aggregate berries, and that fruit is so cute .. *oke ini lebayy..
    We also met one reporter from Russia, so, 3 of us were hunting raspberry together. yeahhhh.. Sad but true,, until now i dont know the name of our Russian partner for collecting that raspberries, because he can't speak english. Yes, i know, it sad. but, we enjoy our time together..

                                                   Deka and Raspberries, :)


    Hasil Panen raspberry ,hahaha


                              He is the russian reporter who accompany us for hunting this fruit XD


    And then, we also went to the forest near our camp,  that was such a very beautiful forest . I just remember about the Harry Potter scenery or Lord of The Ring. hahahaha.. *just my Illusion*
    And guess what?? we found manyyy small shrub, that have a little cute blue fruits.. I was wondering, what is that? was it poisonous fruit?  but, it looks like delicious.. and, When we asked to the Russian friend that passed by us,, they told us that it is Blueberry.  And i just like, OMG, like seriouslyy? is it real  Blueberry? *lebayy lagi..*   yess, because i love this  fruits.. I never see this kind of temperate fruits in the real forest directly like this,, i just see them in Supermarket..so,when i picked them up directly , i feels very happyy... HAHHAHAA


                                                  Yuppp,, mari berburu blueberyy


                                                        Isn't it cute ?*apantahh  :P

    And then,,Deka and I also have another fun stories during that forum.. We went to small village around there without tell our coordinator, we know that it was a mistake, but, we just go,hahahaa..  I was surpriseee, i could see many cherry trees ..Many people look at us when we passed by,, may be they seldom see asian face before..But, they are very kind, and One of the fruit seller asked to take picture with us, and they gave us cherryy fruit,, so sweeetttttt XD


                                                       Cherrryyyyy


                                                     Di sebuah desa di Russia




    We also went to the famous church in Seliger, it is one of the tourism object there. Deka and I took many picture, because, the scenery was awesome,,, ^^

                                                   Beautiful scenery .....


    And another funny story is,, we accidentaly going to a Russian wedding in the ship that travelled around Lake Seliger . OMG,, i cant stop laughing .. When we saw there's a ship near the lake, we went there and wanna see what happened there because there are many people in that area. We just go inside the ship, and asked what happened.. BUT,, before we know, the ship already goooo far away , faaaaar awaaaay from the lake.. We were reallyy panic.. we thought we were trapped in the big ship ,and will go to another country and cant come back. *suddenly think like that,haha*  But,, we tried to ask people, and they said,, "Oh, this is wedding ceremony girls, we will travell around this lake for about one hour, and will come back again to the camp after this" .. Thanks God..  Then, we just pretended to be one of the friend of the bride .. So, we just stay in the ship, and WOW there were so maaanyyyyyyyy delicious food, fruit, and etc that i dont know the name of the food. I feels like in a dream. When we enjoy the view of the lake, one of the committe approach us, and asked.. "hi girls,, both of u are the friends of which side of the bride? "   we just like ,omg, how to answer??? and deka said. "oohhh,, actually, we accidentally go inside this ship and cant come back".. we wait for the response :  krik,krik,krik .. ._.  Suddenly, he laughed .. And he told us he will not tell anybody about this. HAHAHAHA.. fiuhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.. untung laaa..



    Such a wondefulll experienceee in this lake ^^

    Dua mempelai :p


    I reallyyyyy love my group. In our group, it consist of some Indonesian, Chinese, Cambodia, taiwan, and Malaysian,Russian, and Uzbekistan.. and our coordinator is Russian.. Both of them are  very kind .:)

                                                                 447 : Thats our name XD

    We also could enjoy many games that prepared by the committee .. Oh, feels like holiday,..



    And i can't forget this beautifulll place ,,



    During the class


    I miss everybody in Seligeerrrrrrrrrr


    We are Laskar pelangi, Bangka Belitung :D 



    Indonesian :D



    Okeyy, I think thats all for the story,, is it long story? i think not really,haha

    *Peace*